Selasa, 5 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Sadar Gizi, Generasi Emas Menanti

Gizi adalah fondasi utama dalam mewujudkan kesehatan yang prima.  Kata gizi berasal dari bahasa Arab, ”ghidza” yang bermakna makanan yang menyehatkan.

Tayang:
Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM/HO
Siti Amira Mardhatillah, mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Aceh. 

Hal terpenting lainnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian bervariasi menurut usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik.

Acuannya bisa merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. 

Sadar Gizi

Sadar gizi belum menjadi bagian dari gaya hidup bangsa Indonesia.

Belanja untuk kebutuhan gizi masih belum prioritas. 

Sebagian masyarakat masih mengutamakan beli rokok, fesyen, produk kecantikan atau membeli pulsa agar tetap eksis di dunia maya.

Menanamkan sadar gizi pada masyarakat harus dimulai sejak dini.

Selain faktor utama akibat kemiskinan, rendahnya asupan gizi orang Indonesia karena  kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang gizi. 

 

Keluarga adalah basis dalam memperbaiki status gizi suatu bangsa.

Karenanya perlu dikembangkan model pendidikan gizi yang melibatkan keluarga dan masyarakat dengan dukungan dari lembaga pemerintah dan swasta.

Karena kurangnya pengetahuan tentang gizi, kita bisa menjumpai seorang ibu yang menjual telur hasil ternaknya untuk membeli ikan asin atau ada ayah yang lebih mengutamakan rokok daripada susu bayinya.  

Kampanye secara masif dan berkelanjutan juga harus giat dilakukan ditengah maraknya iklan rokok, produk kecantikan, fesyen dan ajakan hidup konsumtif lainnya.

Pola pikir dan pola tindak masyarakat harus diubah, bahwa gizi juga bagian dari gaya hidup. 

Asupan gizi yang optimal harus sudah dipenuhi sejak dalam kandungan hingga akhir hayat.

Tercukupinya gizi  menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang sehat, kreatif, inovatif, produktif, dan bestari.

Bangsa yang bermartabat, unggul dan berdaya saing. 

Selamat Hari Gizi Nasional ke-66. Hari yang diperingati setiap 25 Januari sejak pertengahan tahun 1960-an.

Tahun ini mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”.

*) Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

BACA BERITA SERAMBINEWS.COM LAINNYA DI SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved