KUPI BEUNGOH
Sadar Gizi, Generasi Emas Menanti
Gizi adalah fondasi utama dalam mewujudkan kesehatan yang prima. Kata gizi berasal dari bahasa Arab, ”ghidza” yang bermakna makanan yang menyehatkan.
Sementara untuk asupan protein, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, konsumsi protein per kapita per hari masyarakat Indonesia sudah di atas standar kecukupan konsumsi protein nasional, 62,21 gram (standar nasional 57 gram).
Namun masih rendah untuk konsumsi protein hewani.
Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat, konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih tergolong rendah di dunia.
Orang Indonesia hanya mengonsumsi telur 4-6 kg per orang per tahun, daging dibawah 40 gr per orang per tahun, dan susu serta produk turunannya 0-50 kg per orang per tahun.
Sutawi (2011), melihat rendahnya konsumsi protein hewani bangsa Indonesia berimbas pada karakter bangsa yang sudah tidak bisa membedakan nilai (values) yang baik menurut standar logika (benar-salah), estetika (bagus-buruk), etika (layak-tidak layak), agama (dosa-haram-halal) dan hukum (sah-absah).
Pada balita, dampak kekurangan protein hewani menyebabkan perkembangan sel-sel otak tidak maksimal sehingga memengaruhi kecerdasan dimasa dewasa.
Baca juga: Simpang Lima di Kala Malam: Refleksi tentang Keindahan, Ketertiban, dan Identitas Aceh
Untuk mencukupi kebutuhan gizi seimbang, pola makan harus mengacu pada konsep “Isi Piringku”.
“Isi Piringku” adalah pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Pedoman ini adalah penyempurnaan dari konsep “4 Sehat 5 Sempurna” yang telah dipromosikan oleh almarhum Prof Poorwo Soedarmo.
Bapak Gizi Indonesia, yang sejak 50-an telah merintis dan memopulerkan masalah pentingnya gizi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sekali makan, “Isi Piringku” diisi dengan 50 % makanan pokok dan lauk pauk.
Dimana seperempat piring berupa karbohidrat seperti nasi dan sejenisnya.
Seperempatnya lagi berisi unsur protein. Sedangkan setengah piring lainnya diisi dengan sayur (dua pertiga) dan sepertiganya buah.
Cukupi hidrasi air putih dua liter sehari atau delapan gelas.
Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), aktivitas fisik (olahraga), dan menjaga serta memantau berat badan ideal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Siti-Amira-Mardhatillah-Kupi-Beungoh.jpg)