Sabtu, 9 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Merawat Semangat Beut - Seumeubeut

Meskipun kita tahu bahwa di balik senyum tersebut mungkin ada perasaan-perasaan sedih dalam hati terdalamnya.

Tayang:
Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Nauraul Islamy, Anggota DPP ISAD Aceh, Guru MIN 5 Bireuen, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie Jaya. 

Oleh Nauratul Islami, M.Pd *)

Samalanga dikenal dengan sebutan “Kota Santri”.

Penamaan tersebut dikarenakan oleh banyaknya dayah yang berdiri dan berkembang serta tersebebar di berbagai tempat di Samalanga seperti dayah MUDI Mesjid Raya, Dayah Putri Muslimat, Ummul Ayman, dan beberapa dayah lainnya.

Pada Januari lalu penulis berkesampatan untuk membersamai relawan tim medis dari PUSKESMAS Darul Imarah Aceh Besar yang berkunjung ke dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Ketika memasuki jalan menuju dayah, terlihat bekas banjir di sepanjang jalan.

Sesampai di dayah, terlihat santri-santriwati sedang bergotong royong membersihkan pekarangan dayah. Karena kami berkunjung bertepatan hari Jum’at, yang biasanya merupakan jadwal gotong royong mingguan di dayah.

Meskipun masih dalam suasana banjir, para santriwati tetap masih bisa tersenyum.

Meskipun kita tahu bahwa di balik senyum tersebut mungkin ada perasaan-perasaan sedih dalam hati terdalamnya.

Ada yang kehilangan tempat tinggal, ada juga yang tidak sempat menyelamatkan kitab-kitabnya. 

Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus melanjutkan kegiatan pengajian.

Ada nasehat yang menjadi penguat dan selalu membuat keteguhan hati para pengajar dan juga santri-santriwati untuk terus melaksanakan beut-semebeut dalam segala kondisi.

Aktivitas beut-semebeut tetap kembali berjalan meski kompleks dayah masih dalam masa pemulihan. 

Pada saat kunjungan tersebut penulis berbincang sejenak dengan Ummi Nailus (merupakan istri Abi H. Zahrul Mubarrak kerap disapa Abi MUDI; Mudir Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya).

Pihak dayah berinisiatif untuk membersihkan dayah sedikit demi sedikit agar aktivitas beut-seumeubeut segera berjalan.

Dikarenakan jika tidak dimulai dari pihak sendiri maka kecil kemungkinan aktivitas beut-seumeubeut segera berjalan.  

Kilas Balik Sejarah Beut-Seumeubeut di Aceh 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved