KUPI BEUNGOH
Merawat Semangat Beut - Seumeubeut
Meskipun kita tahu bahwa di balik senyum tersebut mungkin ada perasaan-perasaan sedih dalam hati terdalamnya.
Pun demikian dengan aktivitas beut-seumeubeut, maka tidak hanya sebatas di ruang kelas dan balai pengajian saja.
Namun bisa disebarkan melalui media digital tanpa menghilangkan esensi beut-seumeubeut tersebut.
Jika dahulu beut-seumeubeut berlangsung di rumah, meunasah, masjid, dan dayah maka kini bisa melauli media digital.
Kehadiran digitalisasi telah memberikan ruang beut-seumeubeut baru. Pemanfaatan media digital tidak hanya digunakan sebagai media hiburan saja, dan bertansformasi menjadi kebutuhan. Sehingga bisa digunakan sebagai media untuk mentransfer ilmu agama dan media dakwah.
Dengan banyaknya cara untuk melaksanakan aktivitas beut-seumeubeut tersebut, maka sudah seyogyanya bagi kita, terlebih bagi para santri, teungku, dan juga alumni-alumni dayah untuk terus merawat dan melanjutkannya. Sebagaimana yang diamanahkan oleh para guru kita.
Mari kita manfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi untuk terus menyebarkan kebaikan dan ilmu agama. Semoga menjadi amal jariyah yang akan membantu kita di yaumil hisab kelak. Aamiin ya rabbal ‘aalaamiin..
*) PENULIS adalah Anggota DPP ISAD Aceh, Guru MIN 5 Bireuen,dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie Jaya.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nauraul-Islamy-Anggota-DPP-ISAD-Aceh.jpg)