Rabu, 3 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Gampong Bucue dalam Lintasan Sejarah

Hal ini dibuktikan dengan dua  situs sejarah abad ke-13 M yang terdapat di sana. Kedua bukti historis  itu terletak di Meunasah Jambee

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS/tambeh.wordpress.com
T.A. SAKTI, penerima Kehati  Award  dari Yayasan Kehati ahun 2001, melaporkan dari Gampong Ujong Blang, Mukim  Bungong Taloe, Kecamatan Beutong, Nagan Raya 

Ketika saya  masuk SMAN Sigli (1972), muncul  Bale  Seumeubeuet baru di Bucue Meulasah Jambee, yang diasuh oleh Tgk Muhammad  Amin Usman selama beberapa tahun.

Setelah saya merantau kuliah ke Banda Aceh tahun 1975 tumbuh ‘bale semeubeuet’ (tempat pengajian)  baru  lagi di Bucue, di bawah asuhan Tgk M Hasan  Amin, dibantu istri beliau, Tgk Nyak Hamidah binti Bansu Sulaiman.

Tempat ‘seumeubeuet’ ini di Dusun Meunasah Pi. Kemudian, hadir pula  ‘bale semeubeuet’ di Dusun Meuseujid, dipimpin Tgk Muhammad Nur (Aceh: Tgk Mat Nu).

Mengingat  di Aceh sekarang sudah ada lembaga resmi  pengelola pendidikan agama, yaitu Dinas Pendidikan Dayah, diharapkan dinas ini juga peduli terhadap ‘bale seumeubeuet’ yang cukup banyak di Aceh dan kiranya Dinas Pendidikan Dayah ini diubah namanya menjadi “Dinas Pendidikan Bale Seumeubeuet dan Dayah Provinsi Aceh”.

Gampong berkesenian

Meunasah Pi lebih berperan sebagai dusun kesenian Aceh. ‘Rapai pulot’ cukup terkenal di sana tempo dulu. Syekh Basyah cukup populer dalam hal menabuh rapai,  meski  beliau tak pernah melantunkan  lagu.

‘Aneuk pulot’ (anak penari) cukup terkenal bernama Bansu yang mampu mengambil uang koin dengan lidah,  saat melenturkan badan ke belakang.

Tahun 1976, bangkit kembali piasan (seni) rapai di Meunasah Pi.

Tahun 1972, tradisi membaca Dalail Khairat tumbuh di Bucue yang dipimpin Tgk Ramli. Acara baca Dalail bergilir pada malam Senin dan Jumat, berlansung di Meunasah Jambee.

Saya pernah ikut berjalan kaki lewat pematang sawah  8-9  kilometer di malam hari, menyertai rombongan baca Dalail yang diundang ke Gampong Keumangan, Kecamatan Mutiara, Pidie. Demikianlah, kisahnya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved