Rabu, 15 April 2026

Opini

Integrasi Alquran dalam Pemerintahan di Aceh

ACEH sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan Alquran. Dalam sejarahnya,

Editor: mufti
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Dr Teuku Zulkhairi MA, Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh dan Mudir Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah 

Dr Teuku Zulkhairi MA, Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh dan Mudir Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah

ACEH sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan Alquran. Dalam sejarahnya, Islam tidak hanya menjadi agama masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan peradaban, pendidikan, serta tata kehidupan sosial dan politik. Oleh karena itu, ketika berbicara tentang masa depan Aceh, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Alquran seharusnya menjadi sumber inspirasi utama bagi arah pembangunan masyarakat dan pemerintahan.Namun, upaya membumikan Alquran dalam kehidupan masyarakat tidak cukup hanya dengan kegiatan-kegiatan seremonial seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) atau lomba-lomba membaca Alquran yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan tersebut tentu memiliki nilai positif dalam memotivasi umat untuk mencintai Alquran, tetapi membumikan Alquran dalam arti yang lebih mendalam membutuhkan langkah yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Alquran tidak hanya diturunkan untuk dibaca dengan indah, tetapi juga untuk dipahami, ditadabburi, dan dijadikan pedoman dalam membangun kehidupan. Allah menegaskan dalam Alquran bahwa kitab suci ini adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Alquran adalah kitab yang penuh berkah yang diturunkan agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran darinya. Sebab, Alquran mengandung sumber inspirasi yang sangat luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan, peradaban, serta tata kehidupan manusia. Apakah keterangan Alquran ini tidak cukup bagi kita?

Upaya membawa Alquran ke dalam kehidupan pemerintahan di Aceh semestinya tidak hanya dipahami sebagai upaya menegakkan simbol-simbol keagamaan, tetapi juga sebagai upaya menjadikan Alquran sebagai sumber nilai, sumber gagasan, dan sumber inspirasi bagi pembangunan masyarakat.

Ilmu berbasis Alquran

Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa kejayaan umat Islam pada masa lalu tidak terlepas dari kedekatan mereka dengan Alquran. Para ulama dan ilmuwan Muslim menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi untuk meneliti alam semesta, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membangun peradaban yang maju.
Ayat-ayat Alquran yang mengajak manusia untuk berpikir tentang penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, serta berbagai fenomena alam telah melahirkan tradisi ilmiah yang sangat kuat di kalangan umat Islam. Dalam Alquran disebutkan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Ayat ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk menjadikan penelitian ilmiah sebagai bagian dari upaya memahami tanda-tanda kebesaran Allah.

Dalam konteks Aceh, semangat ini seharusnya dihidupkan kembali melalui kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendorong berkembangnya studi Alquran secara serius. Pemerintah Aceh dapat mengambil langkah strategis dengan menyediakan dukungan terhadap riset-riset ilmiah yang menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi kajian. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan dana penelitian bagi para akademisi, ulama, dan mahasiswa yang ingin mengkaji nilai-nilai Alquran dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, Alquran tidak hanya menjadi kitab suci yang sekedar dibaca (apalagi jika tidak dibaca), tetapi juga menjadi sumber gagasan ilmiah yang melahirkan karya-karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah Aceh juga perlu mendorong berkembangnya studi Alquran di lembaga-lembaga pendidikan. Tradisi kajian Alquran yang dipadukan dengan kajian kitab-kitab turats para ulama harus terus dikembangkan agar lahir generasi mampu memahami bahwa Alquran ini bukan hanya kitab suci yang kita berpahala saat kita membacanya, tapi juga sumber ilmu pengetahuan yang menjadi fondasi bagi peradaban.

Riset Alquran

Membumikan Alquran dalam kehidupan masyarakat Aceh harus dimulai dari dunia pendidikan. Pendidikan merupakan pintu utama dalam membentuk generasi yang memiliki hubungan kuat dengan Alquran. Semangat Alquran seharusnya menjadi ruh yang hidup dalam seluruh sistem pendidikan di Aceh, baik di sekolah umum dan agama hingga ke lembaga pendidikan tinggi.

Kurikulum pendidikan di Aceh perlu dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan ruang yang cukup bagi penguatan pendidikan Alquran. Tidak hanya dalam bentuk pembelajaran membaca Alquran, tetapi juga dalam bentuk pemahaman terhadap kandungan dan nilai-nilainya. Syukur kali alhamdulillah Pergub Kurikulum Dayah tahun 2025 sudah menuju ke arah ini sehingga sekarang kita berharap betul-betul bisa dijalankan, serta kepedulian terhadap Alquran juga berlaku di institusi Pendidikan lainnya, sekolah dan sebagainya.

Program hafalan Alquran atau hifzil Qur’an juga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan kitab suci ini. Rasulullah pernah menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya. Hadits ini menunjukkan betapa besar kedudukan orang-orang yang menjadikan Alquran sebagai bagian dari kehidupannya.

Oleh karena itu, pemerintah Aceh dapat memperkuat program-program yang mendorong lahirnya generasi penghafal Alquran. Program seperti “satu desa satu hafiz” atau berbagai bentuk beasiswa bagi para penghafal Alquran dapat menjadi langkah konkret untuk memperluas gerakan ini.

Namun, hafalan Alquran seharusnya tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat-ayatnya. Hafalan tersebut harus menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk melanjutkan studi Islam yang lebih mendalam melalui kajian tafsir, hadis, dan berbagai disiplin ilmu dalam khazanah turats Islam. Dengan demikian, Aceh dapat melahirkan generasi ulama dan intelektual Muslim yang mampu mengembangkan pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Membawa Alquran ke dalam pemerintahan berarti menjadikan nilai-nilai Alquran sebagai dasar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adil, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Alquran memberikan banyak prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu prinsip penting adalah keadilan. Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berlaku adil dan berbuat kebaikan. Prinsip keadilan ini merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang dipercaya oleh masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved