Kupi Beungoh
Belajar Tanpa Garis Akhir
Seolah-olah pendidikan memiliki garis akhir yang jelas, dan setelah mencapai titik itu, perjalanan belajar seharusnya berhenti.
Penelitian tentang pendidikan orang dewasa menunjukkan bahwa motivasi belajar pada tahap kehidupan yang lebih matang sering kali bersifat intrinsik didorong oleh rasa ingin tahu, kepuasan intelektual, dan keinginan memahami dunia dengan lebih luas.
Sejumlah studi bahkan menunjukkan pola yang menarik, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar pula kecenderungannya untuk terus belajar. Pendidikan tidak selalu berakhir dengan gelar, justru bagi sebagian orang, gelar sering menjadi pintu yang membuka keinginan belajar yang lebih luas.
Di titik inilah kontras itu terlihat. Di satu sisi ada mereka yang menghabiskan waktu untuk membaca, meneliti, berdiskusi, dan memperdalam pengetahuan. Di sisi lain ada mereka yang lebih sibuk menilai atau mengomentari pilihan tersebut dari luar.
Bagi seseorang yang telah melalui perjalanan akademik panjang, tentu tidak sulit membaca kualitas sebuah komentar. Namun banyak akademisi memilih tidak menanggapi.
Bukan karena tidak mampu, tetapi karena mereka memahami bahwa diskusi intelektual tidak selalu perlu berlangsung di setiap ruang percakapan.
Fenomena ini mengingatkan kita pada pertanyaan yang lebih mendasar, bagaimana kita memaknai pendidikan. Apakah pendidikan dipahami sebagai tujuan akhir yang berhenti pada satu gelar tertentu, atau sebagai perjalanan panjang yang terus berkembang sepanjang hidup.
Ketika seorang doktor kembali duduk di bangku kuliah, sebenarnya ia sedang menunjukkan sesuatu yang sederhana tetapi mendalam, bahwa pengetahuan tidak pernah benar-benar selesai dipelajari.
Sebab pada akhirnya, yang membedakan bukanlah siapa yang memiliki gelar paling tinggi, melainkan siapa yang tetap menjaga rasa ingin tahunya tetap hidup.
Dalam dunia yang terus berubah, mereka yang tidak pernah merasa selesai belajar sering kali justru menjadi orang-orang yang mampu menjaga kejernihan cara pandang terhadap kehidupan.
*) PENULIS adalah pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pegawai-di-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kota-Banda-Aceh-Dr-Aishah-MPd.jpg)