Kupi Beungoh
Melalui "Pendidikan Agama Islam" Wujudkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045
Kita melihat kondisi umat Islam sekarang ini, jauh lebih rusak dari orang-orang pada masa jahiliyah.
Memastikan anak didik menguasai B.Arab agar ia bisa memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan baik dan benar. Memastikan anak didik mampu mempraktekkan semua ibadah wajib dan sunat.
Memastikan anak didik memahami segala hukum (Fikih) dari fikih thaharah sampai fikih siyasah sebagai jalan, ukuran, batas, standar dalan melakukan segala aktifitas hidup. Dan memastikan anak didik sudah membaca dan mendengar sirah Nabawiyah sebagai teladan dan idola dalam kehidupan.
Selain itu, memastikan anak didik menjadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar dalam pengembangan setiap ilmu yang ia pelajari, sekaligus belajar segala ilmu yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits seperti matematika, fisika, biologi, IT dan lainnya, agar ia menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu untuk kemashlahatan umat untuk menjaga umat dan Syari'at Islam. Misalnya; ahli ekonomi, ahli politik, ahli pendidikan, ahli kesehatan dan ahli-ahli lainnnya
Bagaimana caranya? Berikut ini adalah Langkah-langkah yang kita lihat Rasulullah lakukan dalam mendidik "Generasi Unggul" pada masa kenabian.
Langkah pertama; Rasulullah mendidik dengan memberi contoh teladan.
Oleh karena itu untuk mendidik generasi unggul, seorang guru dan orang tua harus menjadi teladan dalam urusan aqidah, ibadah, penguasaan ilmu, skiil, akhlak dan amal shaleh.
Karena orang tua, guru, wajib memberi teladan kepada anak sendiri atau anak didik dalam hal pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan sunnah seperti perihal aqidah, pengamalan ibadah, penguasaan ilmu, skiil, akhlak dan amal shaleh. Sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab Ayat 21).
Langkah kedua; Rasulullah mendidik dengan pembiasaan.
Rasulullah membiasakan para sahabat dengan nilai-nilai Al-Qur'an, baik itu membiasakan mereka membaca Al-Qur'an, menghafalkan, memahami, memikirkan dan membiasakan mereka mengamalkan satu persatu nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Oleh karena itu guru dan orang tua, wajib memberikan pembiasaan kepada anak sendiri atau anak didik dalan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ketiga, Rasulullah mendidik atau mengajar (menanam pengetahuan) dengan lemah lembut.
Kita melihat Rasulullah mengajarkan para sahabat tentang Al-Qur'an Dan Sunnah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mengajar hafalan Qur'an, mengajar hadits, mengajar hukum (fikih), sejarah orang-orang terdahulu, dan lainnya.
Oleh karena itu, dalam langkah ketiga ini orang tua dan guru, sedari dini wajib mengajarkan anak atau anak didik berbagai pengetahuan tentang Al-Qur'an dan Hadits, atau yang terkait dengannya baik itu bacaan, hafalan, pemahaman dan prakteknya dengan baik dan benar, sebagai dasar dan pedoman hidup.
Selain itu orang tua dan guru wajib mengajarkan Bahasa Arab kepada setiap anak didik agar ia dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur'an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg_Dosen-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh_30062025.jpg)