Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Melalui "Pendidikan Agama Islam" Wujudkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045

Kita melihat kondisi umat Islam sekarang ini, jauh lebih rusak dari orang-orang pada masa jahiliyah.

Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Mengajar  praktek ibadah wajib, ibadah sunnah, tentang kewajiban menutup aurat  menundukkan pandangan, berkata baik atau diam, amanah, beramar ma'ruf nahi munkar, saling tolong menolong atau ibadah praktis lainnya. Anak didik juga wajib diajarkan tentang sirah Nabawiyah, sebagai contoh teladan, sebagai idola dan motivasi dalam berbuat kebaikan.

Anak didik harus diajarkan tentang baca tulis dan berhitung, agar anak didik, tidak sibuk dengan gedged dan medsos, tapi sibuk belajar dan menbaca berbagai buku sedari kecil.

Kepada sebagian Anak didik yang ingin menjadi ahli dalam bidang tertentu wajib diajarkan berbagai pengetahuan modern yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, untuk menjadi kekuatan  dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman seperti biologi, fisika, dan kimia, fisika, biologi, matematika sesuai bidang keahlian yang diminati oleh anak didik pada jenjang tertentu.

Langkah keempat, pengawasan. 
Artinya setiap anak didik diawasai bersama, tanpa pilih-pilih. Yang mengawadi adalah guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah berkaitan dengan prilaku-prilaku anak didik. 

Langkah kelima; nasehat.

Kita bisa melihat ayat-Ayat Al-Qur'an dan Hadits berikut ini tentang keutamaan memberi nasehat sebelum memberi hukuman. 

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al 'Ashr, 1-3)

Dalam Hadits, Rasulullah menyebutkan;

Agama adalah nasehat”. Para sahabat bertanya: “Untuk siapa?”. Beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat muslim seluruhnya” (HR. Muslim).

Dalam Hadits lain Rasulullah menyebutkan;

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." 
(HR. Muslim)

Langkah ke enam; Reward dan punishment. 

Ketika terdapat penyimpangan prilaku pada anak didik, maka orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah membuat aturan dan kebijakan yang dapat membatasi perluasaan, pergerakan dan pengembangan prilaku buruk anak didik tersebut. 

Ketika mendapat hal-hal yang positif pada anak didik, maka orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah memberikan penghargaan yang dapat memotivasi anak didik untuk terus berbuat baik sepanjang hidupnya.

Langkah ketujuh; berdo'a agar anak atau anak didik mudah memahami pelajaran yang disampaikan.

Setelah  usaha dilakukan dengan maksimal, tugas  orang tua dan guru adalah berdo'a kepada Allah, agar apa yang ia usahakan memberi hasil dan mudah bagi anak atau anak didik dalam belajar dan mudah baginya memahami pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah..

“'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)..., (QS. Al' Ghafir : 60).

Dalam ayat lainnnya Allah sebutkan;

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Langkah kedelapan; Tawakkal.

Tawakkal adalah akhlak seorang muslim setelah melakukan berbagai ikhtiar dan do'a dalam setiap urusan kehidupan dan kematiannya. 
Sebagaimana pesan Ayat Al-Qur'an berikut ini;

"Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu“[Ath-Thalaq /65: 3].

Dengan demikian, kita bisa melihat Rasulullah SAW dalam mendidik atau mengajar Agama Islam kepada sahabat dan umat dengan cara lemah lembut, dengan cara bertahap sampai kemudian lahir manusia-manusia unggul yaitu para sahabat.  Ditangan para sahabat, Islam berjaya, Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia, sampai umat Islam menguasai 3/4 Jazirah Arab. Langkah-langkah pembentukan generasi Unggul yang dilakukan Rasulullah adalah dengan memberikan teladan, pembiasaan, pengajaran, pengawasan, nasehat, rewerd dan funishment, do'a dan tawakkal.

 

Penulis adalah Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved