Opini
Syawal: Bulan Peningkatan yang Tinggal Nama?
Dan akhirnya: apakah Syawal benar-benar bulan peningkatan—atau hanya tinggal dalam nama?
Prinsipnya tegas: konsistensi (HR. Bukhari dan Muslim), kualitas dan profesionalisme—itqan (HR. Bayhaqi), dan kesungguhan berkelanjutan (QS. Al-Insyirah: 7).
Artinya sederhana: kerja tanpa korupsi, kebijakan tanpa manipulasi, anggaran tanpa kebocoran, dan program yang benar-benar berdampak.
Itqan bukan pilihan—ia adalah standar: integritas, kualitas, dan profesionalisme dalam satu tarikan nafas. Jika ini dijalankan, Aceh melompat. Jika tidak, nilai berhenti sebagai wacana, pembangunan berjalan tanpa perubahan.
Ramadhan datang setiap tahun, tetapi hasilnya tidak menetap. Maka jika tidak dijaga, Syawal bukan jalan peningkatan—ia hanya nama tanpa makna, bukan jalan menuju Aceh yang lebih sejahtera.
*) PENULIS adalah Guru Besar Ekonomi Islam Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. E-mail: mshabri@usk.ac.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Guru-Besar-Ekonomi-Islam-Universitas-Syiah-Kuala-Banda-Aceh-Shabri-A-Majid.jpg)