KUPI BEUNGOH
Pergeseran Nilai dalam Pendidikan di Era Modern
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan moral bagi peserta didik.
Penulis: Dr. Iswadi, M.Pd*)
Pergeseran nilai dalam pendidikan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan zaman.
Pendidikan yang dahulu dipandang sebagai sarana pembentukan karakter dan moral manusia, kini mengalami perubahan orientasi yang cukup signifikan.
Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemajuan teknologi, tuntutan ekonomi, globalisasi, serta perubahan sosial budaya dalam masyarakat.
Akibatnya, nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan pun turut mengalami transformasi, baik secara positif maupun negatif.
Pada masa lalu, pendidikan lebih menekankan pada pembentukan kepribadian yang utuh.
Nilai - nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada sesama menjadi landasan utama dalam proses pembelajaran.
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan moral bagi peserta didik.
Hubungan antara guru dan siswa pun cenderung bersifat personal dan penuh penghormatan. Namun, seiring berjalannya waktu, orientasi tersebut mulai bergeser. Pendidikan modern kini lebih banyak berfokus pada pencapaian akademik dan kompetisi.
Nilai ujian, peringkat, serta prestasi menjadi indikator utama keberhasilan siswa. Hal ini menyebabkan tekanan yang cukup besar bagi peserta didik, sekaligus mengurangi perhatian terhadap pembentukan karakter.
Selain itu, peran guru dalam pendidikan juga mengalami perubahan. Jika dahulu guru dianggap sebagai satu satunya sumber ilmu pengetahuan, kini peran tersebut telah bergeser menjadi fasilitator pembelajaran.
Perkembangan teknologi informasi, khususnya internet, memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan secara mandiri.
Di satu sisi, hal ini memberikan peluang besar bagi siswa untuk belajar lebih luas dan mendalam.
Namun di sisi lain, perubahan ini juga menimbulkan tantangan, seperti kurangnya kontrol terhadap informasi yang diterima serta berkurangnya kedekatan antara guru dan siswa.
Baca juga: Arah Baru Pendidikan Indonesia
Pergeseran nilai juga terlihat dalam metode pembelajaran. Sistem pendidikan tradisional cenderung menekankan pada hafalan dan penguasaan materi secara teoritis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta-_20260327.jpg)