KUPI BEUNGOH
Pergeseran Nilai dalam Pendidikan di Era Modern
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan moral bagi peserta didik.
Siswa dituntut untuk mengingat informasi sebanyak mungkin tanpa selalu memahami maknanya secara mendalam.
Kini, pendekatan tersebut mulai berubah menuju pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis.
Siswa didorong untuk mampu memecahkan masalah, berinovasi, serta mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.
Perubahan ini merupakan langkah positif, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, kesiapan tenaga pendidik, serta kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah.
Di sisi lain, globalisasi turut memengaruhi nilai-nilai dalam pendidikan. Kurikulum pendidikan semakin terbuka terhadap pengaruh internasional, baik dalam hal materi, metode, maupun standar penilaian.
Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa internasional, menjadi semakin penting. Hal ini memberikan manfaat berupa peningkatan daya saing global bagi siswa.
Namun, di balik itu, terdapat risiko lunturnya nilai-nilai budaya lokal. Identitas nasional dapat tergerus jika tidak diimbangi dengan penanaman nilai-nilai kebudayaan yang kuat dalam proses pendidikan.
Perubahan lain yang cukup mencolok adalah pergeseran dari nilai ideal menuju nilai yang lebih pragmatis.
Pendidikan saat ini sering dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan ekonomi, seperti mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang tinggi.
Akibatnya, pilihan pendidikan sering kali didasarkan pada peluang kerja, bukan pada minat atau panggilan hati.
Hal ini dapat mengurangi makna pendidikan sebagai proses pembentukan manusia yang utuh, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Pendidikan menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan
Pengaruh teknologi digital juga menjadi faktor penting dalam pergeseran nilai pendidikan. Kehadiran perangkat digital dan platform pembelajaran online telah mengubah cara siswa belajar dan berinteraksi.
Informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah, sehingga proses belajar menjadi lebih fleksibel. Namun, kemudahan ini juga membawa dampak negatif, seperti meningkatnya ketergantungan pada teknologi, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta munculnya perilaku tidak jujur seperti plagiarisme.
Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pembinaan yang tepat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak.
Baca juga: Ketika Pendidikan Mencari Jiwanya
Secara keseluruhan, pergeseran nilai dalam pendidikan merupakan konsekuensi dari dinamika kehidupan manusia yang terus berkembang.
| Dollar dan Dapur Rumah Tangga di Desa |
|
|---|
| Akademisi atau Buruh Pengetahuan Global: Ketika Kampus Mengejar Reputasi Tapi Abai Ruh Peradaban |
|
|---|
| Bukan Mafia Sitasi, Ini Jejaring Ilmu: Tanggapan untuk Teuku Muhammad Jamil |
|
|---|
| Nasehat Imam Al-Ghazali dan Cermin Kepemimpinan di Aceh |
|
|---|
| Ketika Tendik Cemburu pada Dosen: Akademik Tergadai dan Kebebasan Terancam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta-_20260327.jpg)