KUPI BEUNGOH
Pergeseran Nilai dalam Pendidikan di Era Modern
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan moral bagi peserta didik.
Perubahan ini tidak sepenuhnya buruk, karena juga membawa berbagai kemajuan dan peluang baru. Namun demikian, penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai lama yang bersifat fundamental dengan nilai-nilai baru yang muncul.
Pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau kepentingan ekonomi semata, tetapi juga harus tetap menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan.
Dengan demikian, tantangan utama dalam dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai nilai tersebut secara harmonis.
Pendidikan harus mampu menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat.
Upaya ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat secara luas.
Hanya dengan demikian, pendidikan dapat tetap menjadi sarana utama dalam membangun peradaban yang lebih baik.
*) PENULIS adalah Dosen Universitas Esa Unggul, Jakarta
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Dollar dan Dapur Rumah Tangga di Desa |
|
|---|
| Akademisi atau Buruh Pengetahuan Global: Ketika Kampus Mengejar Reputasi Tapi Abai Ruh Peradaban |
|
|---|
| Bukan Mafia Sitasi, Ini Jejaring Ilmu: Tanggapan untuk Teuku Muhammad Jamil |
|
|---|
| Nasehat Imam Al-Ghazali dan Cermin Kepemimpinan di Aceh |
|
|---|
| Ketika Tendik Cemburu pada Dosen: Akademik Tergadai dan Kebebasan Terancam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta-_20260327.jpg)