Kupi Beungoh
Merindukan Calon Rektor UIN Ar-Raniry Bervisi Internasional
Untuk itu, sejatinya UIN Ar-Raniry menggelar panggung penyampaian visi-misi dan goal yang ingin diraih oleh setiap kandidat.
Oleh: Radja Fadlul Arabi, S.Hum
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh saat ini dalam proses suksesi kepemimpinan yaitu pemilihan Rektor periode 2026-2030.
Mata publik, terutama mahasiswa dan alumni, dalam dua hari terakhir tertuju pada empat sosok yang telah mendaftar sebagai calon nahkoda empat tahun ke depan.
Sebagaimana diberitakan media ini, terdapat empat kandidat yang mengajukan diri sebagai calon rektor, yaitu Prof Muhammad Siddiq Armia PhD, Prof Dr Saifullah MAg, Prof Dr Inayatillah MAg, dan Prof Dr Mujiburrahman MAg (Lihat: Ini Sosok 4 Guru Besar yang Daftar Bakal Calon Rektor UIN Ar-raniry 2026-2030)
Dari beberapa referensi yang tersedia, mereka memiliki latar belakang berbeda. Muhammad Siddiq Armia tamat S2 UI Jakarta, S3 di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris dan Lemhanas RI. Dia dikenal sebagai dosen tamu dan penguji disertasi di beberapa kampus ternama di Eropa, Afrika, Asia dan Timur Tengah.
Sementara Saifullah tamat S2/S3 UIN Yogyakarta. Inayatillah tamat S2 UIN Aceh, S3 UM Malaysia. Mujiburrahman tamat S2 UIN Bandung, S3 UUM Malaysia. Keempat kandidat menyelesaikan pendidikan S1 di UIN Ar-Raniry dengan prodi yang berbeda.
Beberapa pihak mendambakan terjadi pembaharuan di level pimpinan tinggi UIN Ar-Raniry. Ini adalah sebuah kewajaran demi kemajuan dunia pendidikan Aceh dan UIN Ar-Raniry merupakan instansi milik publik, bukan milik kelompok tertentu.
Dalam artikelnya di Serambi Indonesia (edisi 08 April 2026), akademisi UIN Ar-Raniry Prof Dr Lukman Hakim A Wahab MAg mendambakan lahirnya Rektor Profetik, yaitu rektor yang memiliki sifat-sifat kenabian (nubuwwah): Siddiq, amanah, tabligh dan fatanah.
Tentu saja Lukman Hakim tak mengharapkan lahirnya pejabat yang tidak mampu berlaku adil, koruptif (termasuk bermewah-mewahan dengan uang/fasilitas negara), kolutif (bersekongkol dengan kroni), primordialis dan nepotis.
Selaku fresh graduate (sarjana baru lulus) dari UIN Ar-Raniry, saya tentu mengikuti dengan seksama berita-berita tentang suksesi rektor.
Kenapa demikian? Ini semata-mata karena saya selaku alumni menginginkan agar UIN Ar-Raniry ke depan menjadi lebih baik, terutama dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keunggulan dan berdaya saing global (nasional dan internasional).
Baca juga: Selat Hormuz Tak Lagi Gratis, Iran-Oman Siap Pungut Tarif Transit, Biayanya Mencapai Rp34 M
Baca juga: Buku “Teladan Sang Menteri” Karya Mujiburrahman dkk Akademisi UIN Ar-Raniry Diluncurkan di Istiqlal
Pengangguran dan Kemiskinan
Sudah menjadi rahasia umum bahwa angka pengangguran di Aceh sangat tinggi. Angka pengangguran ini penyumbang terbesar pada kemiskinan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Aceh telah lama menjadi provinsi dengan angka penduduk miskin tertinggi di Indonesia, bahkan “Juara I” di Pulau Sumatera (Lihat: Warga Miskin Aceh Masih Tertinggi di Sumatera, https://www.detik.com, edisi 25 Juli 2025).
Pengangguran dan kemiskinan itu bagaikan kakak beradik yang saling support. Menganggur menjadikan orang tidak ada pekerjaan dan berujung tidak ada penghasilan atau miskin.
BPS Aceh membuat laporan mencengangkan bagi dunia kampus. BPS melaporkan bahwa lulusan perguruan tinggi menjadi kelompok penyumbang angka pengangguran tertinggi di Aceh.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria mengungkapkan bahwa persentase pengangguran di Aceh dari kalangan sarjana mencapai 8,68 persen, jauh di atas lulusan SLTP dan SLTA (Lihat: Lulusan Perguruan Tinggi Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Aceh, Cek Data BPS, https://aceh.tribunnews.com, edisi 06 Februari 2026).
kupi beungoh
Rektor UIN Ar-Raniry
Balon Rektor UIN Ar-Raniry
Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030
Serambi Indonesia
| Regulasi Emosi: Mencegah Pelampiasan Stres Rumah Sakit ke Dalam Rumah Tangga |
|
|---|
| Pembenahan JKA di Era Mualem-DekFadh Demi Melayani Rakyat Kecil di Aceh |
|
|---|
| Tantangan Mendidik Anak di Era Digital |
|
|---|
| Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama |
|
|---|
| Nikah Naik di Gayo Lues: Antara Jembatan Restu dan Jebakan Masa Depan Generasi Muda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Radja-Fadlul-Arabi-SHum-Alumni-Fakultas-Adab-dan-Humaniora-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)