KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai – Bagian 7, Gencatan Senjata, Pertemuan Islamabad Menuju Perdamaian
Namun, negara-negra mediator sedang berjuang, berupaya untuk gencatan senjata bisa tercapai yang akhirnya disepakati.
Angka ini belum mencakup korban tidak langsung akibat kelaparan, penyakit, dan keterbatasan layanan kesehatan.
Di wilayah sekitar seperti Lebanon dan kawasan Timur Tengah lainnya, jumlah korban terus meningkat, memperlihatkan efek domino dari konflik bersenjata yang tidak terkendali.
Sangat memprihatinkan, sebagian besar korban merupakan masyarakat sipil.
Perempuan, anak-anak, tenaga medis, pekerja pesr dan pekerja kemanusiaan menjadi kelompok yang paling rentan.
Serangan terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan permukiman padat penduduk memperburuk krisis kemanusiaan. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal, dan hidup dalam ketidakpastian.
Situasi ini menegaskan bahwa perang modern tidak lagi membedakan secara jelas antara target militer dan kehidupan sipil, sehingga melanggar prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional.
Selain korban jiwa, perang juga menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan lebih dari USD 11 hingga 12 miliar dalam dua pekan pertama konflik, atau setara dengan ratusan triliun rupiah. Bahkan estimasi biaya operasional militer mencapai ratusan juta dolar per hari.
Di sisi lain, Israel juga mengeluarkan biaya sekitar USD 700 juta hingga 725 juta per hari, dengan kerugian ekonomi nasional yang dapat mencapai miliaran dolar setiap pekan akibat terganggunya aktivitas produksi, perdagangan, dan investasi.
Biaya perang yang sangat besar ini mencerminkan pemborosan sumber daya global yang luar biasa.
Jika dana tersebut dialihkan untuk pembangunan manusia, dunia dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, serta mengurangi kemiskinan secara signifikan.
Namun kenyataannya, anggaran militer terus meningkat, sementara kebutuhan dasar manusia di banyak negara masih belum terpenuhi.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan prioritas dalam tata kelola kehidupan global.
Kini semakin terasa dampak perang yang meluas ke sektor ekonomi internasional, terutama melalui gangguan pada jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz.
Kawasan ini merupakan jalur utama distribusi energi dunia, yang mengalirkan sekitar seperlima kebutuhan minyak global.
Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran
Perang Iran vs AS-Israel
Islamabad
kupi beungoh
Serambinews
Yunidar ZA
opini serambinews
| Refleksi Lima Tahun Blok B: Saatnya Aceh Menuntut Trasparansi dan Keadilan Distributif |
|
|---|
| Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf |
|
|---|
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
| Asap Rokok di Momen Lebaran: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Ginjal Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-pulau-sengketa.jpg)