Kamis, 16 April 2026

KUPI BEUNGOH

Perang dan Damai – Bagian 7, Gencatan Senjata, Pertemuan Islamabad Menuju Perdamaian

Namun, negara-negra mediator sedang berjuang, berupaya untuk gencatan senjata bisa tercapai yang akhirnya disepakati.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Yunidar ZA, Anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI). 

Proses rekonstruksi pascaperang membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan biaya untuk mencegah konflik sejak awal.

Karenanya suatu keniscayaan, penting untuk menegaskan bahwa perang bukanlah solusi atas permasalahan global.

Justru sebaliknya, perang memperumit konflik dan memperluas penderitaan.

Perdamaian Bukan Hanya Ketiadaan Perang

Agresi militer AS – Zionis Israel ke Iran dan kawasan hanya membuka ruang ketidakstabilan yang merugikan semua pihak, termasuk negara pelaku itu sendiri.

Dalam konteks ini, pengurangan bahkan penghentian perlombaan senjata harus menjadi agenda bersama masyarakat internasional.

Perdamaian harus dibangun melalui perbaikan kualitas manusia, sebagai keamanan manusia.

Pendidikan, keadilan, dialog antarbudaya, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama bagi terciptanya peradaban dunia baru yang lebih baik.

Perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga kehadiran keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Species manusia sebagai suatu ciptaan yang agung, sebaik-baik ciptaan, menghendaki untuk meneruskan peradaban manusia civilized, masyarakat dunia telah menyampaikan pesan yang sangat jelas bahwa, perang tidak lagi dapat diterima sebagai jalan penyelesaian konflik.

Masyarakat internasional membutuhkan keberanian untuk meninggalkan logika kekerasan dan beralih pada logika dialog.

Menghentikan perang, membuka ruang perundingan, serta membangun kepercayaan adalah langkah nyata menuju masa depan yang damai dalam perdamaian abadi. 

Semoga pertemuan “Islamabat” Pakistan yang difasilitasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dapat mempromosikan kembali kepercayaan, mengusangkan kecurigaan, membangun peradaban manusian dalam dunia baru  yang lebih adil, berkelanjutan, bermartabat dan tercerahkan. Insha Allah.

 

*) PENULIS adalah Analis Kebijakan – Alumnus Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved