Jurnalisme Warga
Bermain Ular Tangga Sambil Kelola Emosi di Pesantren Baitul Arqam Muhammadiyah
Permainan edukatif bukan sekadar hiburan, melainkan laboratorium sosial yang aman bagi remaja untuk melatih regulasi emosi
Melalui permainan interaktif ini, remaja dilatih secara berulang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka. Kartu-kartu pada “Ular tangga emosi” ini dibuat berdasarkan teori. Setiap tantangan yang disajikan dalam kartu mendorong refleksi diri, misalnya dapat mengidentifikasi pemicu emosi negatif atau merumuskan strategi respons yang adaptif.
Dengan demikian, bermain bukan hanya menjadi hiburan, melainkan proses yang kolaboratif dan aman untuk mempraktikkan keterampilan emosional di antara teman sebaya.
Intervensi “Ular tangga emosi” menegaskan bahwa solusi inovatif untuk masalah kesehatan mental remaja tidak harus selalu bersifat klinis atau rumit. Di tengah tuntutan akademik dan kedisiplinan yang ketat di lingkungan pesantren, permainan sederhana ini telah membuka ‘laboratorium sosial’ yang aman, tempat para santri dapat secara berulang melatih keterampilan hidup yang paling fundamental; mengelola hati, dan pikiran mereka. Dengan menanamkan kecakapan regulasi emosi yang adaptif sejak dini, kita tidak hanya mencegah Risiko depresi, kecemasan, dan perilaku perundungan, tetapi juga menanamkan fondasi untuk melahirkan generasi santri yang matang secara mental, resilien, dan siap menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SYARIFAH-ZAINAB-LALALALALA.jpg)