Kupi Beungoh
Menyikapi Ancaman El-Nino Godzilla
Dalam beberapa bulan terakhir, ancaman Elnino kembali menjadi perhatian serius dunia terutama oleh pegiat di sektor pertanian dengan istilah ba
Hal ini mengakibatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian makin kritis.
Konon lagi, Provinsi Aceh akan segera memasuki musim tanam padi musim gadu pada April-Maret (Asep) yang tentu sangat membutuhkan air untuk kebutuhan tanaman.
Penurunan tajam tingkat curah hujan ini akan menyebabkan banyak persoalan, seperti sumur masyarakat kering, air waduk menyusut, dan sungai akan dangkal, sehingga kondisi ini bukan saja dampaknya pada sektor pertanian.
Namun juga berefek ke seluruh lini masyarakat. Memang pertanian sektor paling rentan akibat elnino tersebut.
Dampak nyata ini akan muncul di depan mata kita jika fenomena ini tidak disikapi dengan baik.
Iklim ekstrem tersebut diprediksi mengancam ketahanan pangan nasional melalui risiko gagal panen (puso) baik komoditas padi dan jagung.
Kondisi ini akan mengakibatkan penurunan produksi pangan dan tentu akan berefek pada lonjakan harga.
Di tengah instabilitas politik dan ekonomi global yang sedang terjadi hari ini, perkiraan dampak ini harus dapat diminimalisir seefektif mungkin sehingga jaminan ketersediaan pangan dalam negeri dapat dikendalikan dengan baik dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Krisis pangan yang melanda dunia hari ini harus disikapi dengan langkah-langkah taktis dan terukur.
Lalu, apa yang harus dilakukan dan bagaimana langkah-langkahnya untuk melindungi petani kita?
Setidaknya mereka tetap kokoh (resilience) dan adaptif terhadap ancaman, baik dalam bentuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sehingga terus dapat melakukan usahatani dan menghasilkan.
Langkah Strategis
Pertama, petani bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di lingkungan sekitarnya.
Misalnya memastikan jadwal tanam, ketersediaan air ketika memasuki musim tanam dan kebutuhan prasarana dan sarana alat mesin pertanian (alsintan) untuk kebutuhan lapangan.
Ini harus dikoordinasikan dengan baik bersama PPL dan diusulkan ke Kementerian Pertanian.
PPL merupakan perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah. Mereka ada di setiap kecamatan, dan siap siaga membantu masyarakat tani guna meminimalisir dampak ancaman Elnino.
| Perang dan Damai – Bagian 10, Keberlangsungan Peradaban Keamanan Manusia, Stop War |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Husaini-Yusuf19.jpg)