Kupi Beungoh
Menyikapi Ancaman El-Nino Godzilla
Dalam beberapa bulan terakhir, ancaman Elnino kembali menjadi perhatian serius dunia terutama oleh pegiat di sektor pertanian dengan istilah ba
PPL harus mengidentifikasi risiko-risiko yang akan terjadi di lapangan ketika petani akan melakukan penanaman, terutama aspek tata kelola usaha tani.
Misalnya dalam pemilihan komoditas dan varietas yang tahan (tolerance) kekeringan, sehingga petani tidak salah dalam memilih.
Ini adalah diantara teknologi sederhana dalam upaya adaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian telah banyak menghasilkan varietas-varietas tanaman terutama padi yang toleran kekeringan (padi gogo) seperti Inpago Fortizt.
Juga padi yang cocok pada kondisi endemi hama dan penyakit tertentu.
Kedua, manajemen pengelolaan kelompok tani (poktan) dalam pengendalian organisme tanaman (OPT), sistem pengelolaan air yang didalamnya termasuk konservasi sumber daya air, dan inovasi teknologi irigasi hemat air.
Ini penting sekali dipahami oleh petani ditengah keterbatasan air tersebut, mereka harus mampu beradaptasi.
Sistem AWD (Alternate Wetting and Drying), misalnya, metode ini sangat efisien digunakan pada budidaya padi sawah di mana tanah dibiarkan kering secara berkala sebelum digenangi kembali, terbukti hemat air sekitar 40 persen.
Lalu, ada Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) yang sangat dianjurkan untuk usaha tani hortikultura.
Ketiga, peningkatan kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM).
SDM di sini difokuskan baik pada peningkatan kapasitas penyuluh lapangan (PPL) dalam pengambilan keputusan serta asessmen kebutuhan teknologi yang tepat guna sesuai kondisi lapangan dan peningkatan kapasitas petani yang dilakukan oleh penyuluh.
Selain pemberdayaan SDM, tak kalah penting adalah penyediaan prasarana sarana pertanian yang memadai dan sesuai terutama saluran irigasi, pompa, embung, kawasan penangkap air (waduk) dan alat mesin pertanian (alsintan). Ini harus tersedia tepat waktu untuk mengejar jadwal tanam dan musim panen.
Strategi terakhir adalah peningkatan kapasitas sistem informasi digital. Memang ini dapat dikatakan sebagai faktor pendukung dalam merespon ancaman fenomena Elnino Godzilla.
Namun di era digitalisasi ini kita harus meyakinkan petani bahwa pemanfaatan informasi digital tidak bisa diabaikan karena semua informasi bisa diakses lewat sistem tersebut mulai dari pengetahuan teknis, informasi pasar, cuaca dan bahkan ekspor impor produk pertanian.
Fenomena Baru
Khususnya di Provinsi Aceh, pasca bencana Hidrometeorologi Sumatera pada 2025 lalu, kondisi kehidupan petani belum benar-benar membaik.
| Perang dan Damai – Bagian 10, Keberlangsungan Peradaban Keamanan Manusia, Stop War |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Husaini-Yusuf19.jpg)