Kupi Beungoh
Menyikapi Ancaman El-Nino Godzilla
Dalam beberapa bulan terakhir, ancaman Elnino kembali menjadi perhatian serius dunia terutama oleh pegiat di sektor pertanian dengan istilah ba
Lahan yang tertimbun lumpur masih terbengkalai, padahal pertanian tulang punggung ekonomi mereka di perdesaan.
Mereka pemberi makan anak negeri ini. Duh!
Mengutip pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia pada media ini dalam opini ‘Perjalanan Panjang Sebutir Nasi’ (Serambi, 9 April 2026) bahwa betapa lelahnya petani dalam memberi makan 287 juta jiwa penduduk negeri ini, namun kehidupannya masih tetap morat marit.
Kini, lokasi bekas bencana Hidrometeorologi itu mengalami fenomena baru.
Ketika hujan deras tiba, permukiman mereka bak sungai tanpa tepi.
Sebagian besar wilayah terdampak akan mengalami banjir bagai air bah. Beberapa penduduk yang telah membersihkan tempat tinggalnya kembali tergenang. Ironis!
Hal ini terjadi disebabkan banyak sungai sudah rata dengan lahan sawah dan pemukiman penduduk pasca banjir, sehingga air bawaan dari gunung meluber ke pemukiman.
Ini persoalan yang harus segera ditangani. Di samping itu, traumatik bagi anak-anak terus mendera ketika hujan deras tiba. Ini sangat mengancam masa depan mereka.
Hutan gundul, sungai macet, pekerjaan sebagai petani makin tidak jelas arahnya sehingga menyebabkan ekonomi rumah tangga tani kian sulit.
Ditambah lagi fenomena alam Elnino Godzilla yang menjadi momok. Ini semua harus dicarikan solusi segera tanpa banyak sandiwara. Semoga!. (*)
*) PENULIS adalah Alumnus IPB University, Pengurus Wilayah Pemuda ICMI Aceh dan Pengurus Ikatan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh. Email: hussainiyussuf85@gmail.com
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA artikel Kupi Beungoh lainnya di SINI
| Perang dan Damai – Bagian 10, Keberlangsungan Peradaban Keamanan Manusia, Stop War |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Husaini-Yusuf19.jpg)