Senin, 20 April 2026

Kupi Beungoh

Menyikapi Ancaman El-Nino Godzilla

Dalam beberapa bulan terakhir, ancaman Elnino kembali menjadi perhatian serius dunia terutama oleh pegiat di sektor pertanian dengan istilah ba

Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
HUSAINI YUSUF - Husaini Yusuf, SP, MSi, Alumnus IPB University, Pengurus Wilayah Pemuda ICMI Aceh dan Pengurus Ikatan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh 

Oleh: Husaini Yusuf, SP, MSi *)

Dalam beberapa bulan terakhir, ancaman Elnino kembali menjadi perhatian serius dunia terutama oleh pegiat di sektor pertanian dengan istilah baru ‘El Nino Godzilla’.

Istilah baru ini menjadi ramai diperbincangkan karena disinyalir lebih menakutkan dari Elnino biasa.

Apa sebenarnya ‘El Nino Godzilla’? Apakah dia akan menjadi momok atau ancaman bagi petani dan pelaku pertanian? 

Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan istilah baru El Nino Godzilla ini bukanlah jenis fenomena baru, melainkan sebutan untuk El Nino yang dampaknya diperkirakan lebih kuat.

Salah satu ancamannya adalah masa kekeringannya lebih panjang (extreme) dibandingkan elnino yang selama ini terjadi. 

Tentu ini akan menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian yang merupakan mata pencarian utama hampir seluruh penduduk negeri ini.

Baca juga: Antisipasi Elnino dan Elnina, Pemkab Aceh Besar Gelar Apel Karhutla

Oleh karenanya, para petani dan juga pegiat sektor pertanian secara umum harus mampu memahami secara baik fenomena baru ini. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi El Nino Godzilla akan muncul pada April hingga Oktober 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Senada dengan pernyataan BRIN, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh memperkirakan dalam beberapa bulan ke depan (April-September) sebagian kabupaten/kota di Aceh akan mengalami tingkat curah hujan dan jumlah hari hujan makin sedikit. 

Menurut perkiraan mereka, di Wilayah Timur Aceh misalnya, curah hujan akan semakin rendah pada Mei-Juli.

Demikian juga di kawasan Barat Selatan akan mengalami musim kering lebih lama pada medio Juni-Agustus.

Sementara di Aceh bagian Tengah musim kering lebih panjang diprediksi akan terjadi pada Juni-Juli. Adapun puncak musim kemarau akan tiba pada Juni-September 2026. 

Baca juga: Penyerapan Pupuk Subsidi dan Nonsubsidi Rendah, Dampak dari Elnino dan Kemarau

Kondisi ini harus benar-benar diwaspadai oleh petani juga seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan karena peristiwa ini akan berimbas pada seluruh sektor, termasuk ekonomi dan sosial. 

Dampak

FAO memang telah mengingatkan kita semua bahwa Indonesia termasuk negara yang berdampak langsung terhadap El Nino Godzilla yang mengakibatkan terjadinya kekeringan panjang (FAO, 2026).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved