Senin, 20 April 2026

Jurnalisme Warga

Mengapa Edukasi Narkoba Harus Viral?

Di tengah derasnya arus informasi digital, perhatian publik, terutama generasi muda, menjadi komoditas yang sangat mahal.

Editor: mufti
IST
M. ZUBAIR,  S.H., M.H., Kepala Dinas Kominsa Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

mereka untuk berpartisipasi, misalnya melalui kompetisi konten, ‘challenge’, atau gerakan digital, rasa kepemilikan terhadap isu ini akan meningkat.

Ketika pesan datang dari sesama teman sebaya, dampaknya sering kali lebih kuat dan lebih mudah diterima.

Pada akhirnya, kampanye antinarkoba di era digital tidak hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga tentang bagaimana pesan itu dikemas dan disebarkan.

Dalam dunia yang serbacepat ini, perhatian adalah pintu masuk utama. Jika edukasi ingin didengar, ia harus mampu menarik perhatian terlebih dahulu. Dan, dalam konteks generasi digital, menarik perhatian sering kali berarti menjadi viral.

Maka, edukasi narkoba perlu masuk ke dunia digital dan dapat bertahan serta berkembang di dalamnya. Untuk itu, perlu inovasi, memahami audiens, dan memanfaatkan teknologi secara cerdas. Karena di era ini, pesan yang paling penting sekalipun tidak akan berarti jika tidak sampai ke telinga dengan cara yang tepat.

Edukasi narkoba harus tetap serius dalam substansi, tetapi fleksibel dalam penyampaian. Ia harus mampu berbicara dengan bahasa zaman, tanpa kehilangan makna. Jika viralitas adalah jalan untuk mencapai itu, maka sudah saatnya kita memanfaatkannya sebaik mungkin.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved