Kupi Beungoh
Pak Harun, China, dan ‘Penguasa Baru’ Dunia
Jika kita melihat kembali data pada pertengahan 1990-an pada saat Pak Harun memprediksi China akan mengusai dunia.
Bagi dunia Barat, DeepSeek adalah kejutan; bagi China, ia adalah hasil dari ekosistem riset dan pengembangan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Pelajaran yang Bisa Dipetik
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik dari fenomena kebangkitan China dalam bidang teknologi, khususnya teknologi AI.
Pertama, visi jangka panjang adalah kunci. Pak Harun bicara soal kebangkitan China puluhan tahun sebelum dunia menyaksikannya.
China sendiri sudah merancang strategi AI-nya jauh sebelum gelombang ini tiba. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membaca masa depan dan bergerak lebih awal.
Kedua, investasi pada pendidikan dan talenta adalah fondasi dari segalanya. China tidak hanya membangun infrastruktur teknologi, mereka membangun manusia yang mampu menjalankan teknologi itu.
Pelajaran ini sangat relevan bagi Indonesia, yang juga memiliki bonus demografi namun belum sepenuhnya mengoptimalkan investasi di bidang STEM.
Ketiga, perubahan tidak menunggu izin siapa pun. AI adalah tren yang tak terhindarkan. Pilihan kita bukan antara menerima atau menolak, melainkan antara bersiap atau tertinggal.
Keempat, siapa yang menguasai energi, menguasai dunia, dan kini, siapa yang menguasai energi dan AI, akan menentukan wajah peradaban abad ini. Indonesia, dengan kekayaan mineral kritisnya yang melimpah seperti nikel dan bauksit, sesungguhnya memiliki modal awal yang tidak kecil.
Pertanyaannya adalah: apakah kita mampu menerjemahkan kekayaan itu menjadi kekuatan teknologi, sebagaimana yang telah dilakukan China?
Dari Beijing, saya pulang bukan hanya dengan catatan riset dan rencana kolaborasi, tetapi juga menghidupkan kembali kenangan belajar bersama Pak Harun.
Pak Harun telah lama tiada, tetapi kata-katanya masih hidup, dan kini mendapat maknanya yang paling nyata di kota ini.
Guru yang baik meninggalkan jejak yang melampaui ruang kelas dan waktu, beliau mengajarkan kami cara membaca sejarah, sekaligus menatap masa depan.
Al-Fatihah untuk Pak Harun, dan untuk semua guru yang telah lebih dahulu kembali kepada Yang Maha Kuasa, semoga setiap ilmu yang mereka titipkan menjadi amal jariyah yang tak pernah putus. (*)
*) Penulis adalah Guru Besar FKIP USK
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA artikel KUPI BEUNGOH lainnya DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Mailizar-SPd-MPd.jpg)