KUPI BEUNGOH
Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA
Tuduhan itu terdengar meyakinkan di permukaan. Namun ketika ditelaah lebih jauh, justru di situlah masalahnya.
Dan fakta tidak berubah hanya karena diberi label. Ratusan ribu orang tetap keluar dari skema. Data tetap dipersoalkan. Penjelasan tetap ditunggu.
Jika semua itu masih dianggap sebagai kesalahan logika, maka barangkali persoalannya bukan pada publik yang salah berpikir, melainkan pada cara kekuasaan menjelaskan dirinya sendiri.(*)
*) Penulis adalah wartawan dan peminat isu sosial politik
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Framming Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yuswardi-A-Suud-kupi-beungoh.jpg)