Pojok Budaya
Kenduri dan Hal-hal yang Tidak Ikut Masuk Panggung
Kata "kenduri" sering diterjemahkan ke luar sebagai "selamatan" atau "pesta makan bersama."
Oleh: Moritza Thaher*)
Aroma kuah beulangong hanya bisa diiklankan lewat pengalaman langsung — dan itu bukan kebetulan.
Setiap kali ada kenduri di kampung, yang datang pertama adalah tetangga yang membawa beras, atau kayu bakar, atau sekadar tangan kosong yang siap bekerja.
Kuali besar sudah berdiri di halaman sejak subuh.
Baca juga: Sebelum Kampus Sempat Bicara!
Baca juga: JKA, Politik Anggaran, dan Soliditas PA Sebagai Partai Penguasa di Aceh
Perempuan-perempuan di dapur sudah saling bertukar posisi tanpa briefing. Lelaki mengangkat kursi, menggelar tikar, memotong dan mengantar.
Semua sudah tahu perannya — karena sudah ratusan kali menyaksikan.
Baca juga: Perang dan Damai – Bagian 14, Perjuangan Membangun Perdamaian
Itulah kenduri: praktik sosial yang berjalan di atas hafalan kolektif.
Dan di balik hafalan itu tersimpan fungsi yang lebih dalam — kenduri adalah cara sebuah komunitas memeriksa apakah ikatan di antara mereka masih hidup.
Lebih dari Makan Bersama
Kata "kenduri" sering diterjemahkan ke luar sebagai "selamatan" atau "pesta makan bersama."
Keduanya tepat, tapi keduanya terlalu sempit. Kenduri di Aceh — meski praktiknya berbeda di setiap wilayah, kampung, bahkan keluarga — adalah mekanisme sosial yang jauh lebih kompleks dari sekadar penyajian makanan.
Baca juga: Mahfud MD Soroti Kinerja Komnas HAM, Dinilai Kurang Aktif dalam Kasus Andrie Yunus
Kenduri adalah cara komunitas memverifikasi bahwa seseorang masih ada di dalam jaringannya.
Ketika seseorang meninggal, ada kenduri. Ketika anak lahir, ada kenduri.
Ketika rumah baru ditempati, ketika anak khatam Quran, ketika seseorang sembuh dari sakit panjang — ada kenduri.
Setiap kenduri menandai momen transisi: seseorang atau sesuatu berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain, dan komunitas hadir untuk menjadi saksi, sekaligus untuk memastikan bahwa transisi itu sah, diakui, dan jauh dari sepi.
Baca juga: Uji Kualitatif Tuntas, Berkas Pertimbangan Kandidat Rektor UIN Ar-Raniry Menuju Meja Menteri Agama
Yang dijaga dalam kenduri adalah ikatan — dan peristiwa hanya menjadi alasannya.
Doa, Tapi Lebih dari Doa
Kenduri di Aceh selalu hadir bersama dimensi spiritual.
| Ini Jadwal Pelayaran Kapal ASDP di Aceh Singkil Mulai 1 - 17 Mei 2026 |
|
|---|
| Sudah Bertahun Dangkal, Nelayan Sampaikan Keluhan ke Bupati Mirwan, Ini Tanggapannya |
|
|---|
| Amalan Sesudah Sholat Wajib 5 Waktu, Begini Bacaan Zikir dan Tata Caranya |
|
|---|
| RESMI! Ini Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru per 1 Mei 2026, Cek Rincian Harga Masing-Masing Daya |
|
|---|
| Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 Mei 2026 di Seluruh Indonesia, Masih Stabil? Ini Daftar Lengkapnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MORITZA-THAHER.jpg)