KUPI BEUNGOH
PERTI Aceh: Menjaga Sanad, Merawat Tradisi, dan Menata Arah Keberagamaan
Dalam perjalanan Aceh modern, PERTI menempati posisi penting sebagai penjaga manhaj Ahlussunnah wal Jamaah, penguat mazhab Syafi‘i.
Dalam situasi ini, tantangan PERTI bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi memastikan bahwa sanad tetap hidup dalam format baru. Tradisi harus mampu hadir dalam ruang digital tanpa kehilangan otoritasnya.
Dua tahun menuju satu abad, PERTI Aceh memikul tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kedalaman sanad dan kecepatan zaman.
Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya eksistensi organisasi, tetapi arah keberagamaan masyarakat itu sendiri.
Selamat Milad Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) ke-98.(*)
*) PENULIS adalah Mahasiswa S3 Jurusan Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Milad ke 98 PERTI
Peran PERTI di Aceh
PERTI sebagai penyeimbang
Peran Pendidikan dan Sanad
Musiarifsyah Putra
Persatuan Tarbiyah Islamiyah
| Di Aceh, Siapa yang Melindungi Perempuan? |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 15, Korporatokrasi Global, Selat Hormuz dan Perdamaian |
|
|---|
| Menghindari JKA Sebagai Sumbu Konflik: Urgensi Cooling Down bagi Elite Aceh |
|
|---|
| Dokter Internsip dalam Jerat Bullying Sistemik |
|
|---|
| Hardiknas dan Ruang Kelas yang Sunyi: Benarkah Anak Sudah Merdeka Belajar? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Musiarifsyah-Putra.jpg)