KUPI BEUNGOH
Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf
Ke mana gas ini mengalir akan menjadi cermin: apakah hilirisasi hanya jargon, atau sungguh-sungguh kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional
Indonesia tidak kekurangan gas alam. Yang sering kurang adalah keberanian untuk duduk dengan kalkulator seperti Pak Yusuf — sabar, jujur, dan tidak tergoda oleh harga tunggal yang tampak menggiurkan di permukaan.
Tangkulo bukan hanya soal Aceh. Tangkulo adalah ujian apakah Indonesia benar-benar serius mengubah kekayaan alam menjadi kemakmuran yang merata, bukan sekadar devisa yang mengalir keluar.
*) PENULIS adalah Peneliti UIN Ar-Raniry dan Sekjen IA ITB Pengda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
| Asap Rokok di Momen Lebaran: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Ginjal Keluarga |
|
|---|
| Triliunan Harta di Bawah Tanah Aceh jatuh ke Jaringan Kejahatan |
|
|---|
| Rumput, Angin dan Cerita dari Savana Indrapuri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mulkan-Fadhli-Peneliti-UIN-Ar-Raniry-dan-Sekjen-IA-ITB-Pengda-Aceh.jpg)