Jumat, 12 Juni 2026

Kupi Beungoh

Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital

Sebentar lagi tahun ajaran dimulai. Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat saat ini sering kali disuguhi berbagai pemberitaan mengenai dunia pendidi

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
SARKAWI - Sarkawi, Akademisi STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil 

Kritik yang sehat bertujuan memperbaiki, bukan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap seluruh lembaga pendidikan Islam, sumbangan pemikiran dan nasihat dari semua pihak dengan motivasi memperbaiki merupakan bagian dari amal Ibadah. 

Karena Islam mengajarkan sesungguhnya semua perbuatan tergantung kepada niat. 

Salah satu hal yang sering menjadi sorotan adalah kehidupan santri yang dianggap penuh keterbatasan. 

Sebagian orang memandang aturan yang ketat, jadwal yang padat, fasilitas yang sederhana, serta pembatasan penggunaan teknologi sebagai bentuk tekanan terhadap peserta didik. 

Padahal, dari sudut pandang pendidikan karakter, berbagai keterbatasan tersebut justru memiliki nilai pembelajaran yang penting.

Kehidupan tidak selalu menyediakan kenyamanan. Dunia kerja, kehidupan sosial, bahkan kehidupan berumah tangga kelak akan menghadapkan seseorang pada berbagai keterbatasan dan tantangan. 

Oleh karena itu, pendidikan yang hanya membiasakan anak hidup dalam kenyamanan berlebihan berisiko melahirkan generasi yang mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Di dayah, santri belajar hidup bersama dari latar belakang berbeda. belajar mengatur waktu, menaati aturan, menghormati guru, berbagi dengan teman, serta menyelesaikan berbagai persoalan tanpa selalu bergantung kepada orang tua, dan juga tidak semua harus dicampuri orang tua. 

Pengalaman seperti ini merupakan bagian penting dari proses pendewasaan yang sering kali tidak dapat diperoleh secara maksimal dalam lingkungan yang terlalu permisif.

Kehidupan Rasulullah yang serba sederhana dan penuh dengan tantangan sejak kecil menjadi sejarah penting untuk direnungkan dan dihayati, tantangan yang beliau hadapi merupakan awal pembentukan mental menjadi pribadi yang siap menghadapi segala kemungkinan, karena sebuah kebahagiaan dan kesuksesan akan terasa lebih berarti jika telah lolos melalui berbagai cobaan dan tantangan.

Tentu saja, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh dayah. Peran keluarga tetap menjadi faktor utama. 

Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sebaik apa pun lembaga pendidikan yang dipilih, hasilnya tidak akan optimal apabila tidak didukung oleh pembinaan yang baik di lingkungan keluarga. 

Sebaliknya, lembaga pendidikan yang sederhana sekalipun dapat memberikan dampak besar apabila terjadi sinergi antara guru, pengelola lembaga, dan orang tua.

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya menderita, semua orang tua mengharapkan kesuksesan bagi anak-anaknya akan tetapi hendaknya jangan terlena dengan keberhasilan pendidikan hanya dari aspek akademik semata.

Bangsa ini tentu mengharapkan generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta keteguhan moral dalam menghadapi berbagai tantangan disetiap perubahan zaman.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved