Kupi Beungoh
Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital
Sebentar lagi tahun ajaran dimulai. Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat saat ini sering kali disuguhi berbagai pemberitaan mengenai dunia pendidi
Pada akhirnya, pilihan pendidikan merupakan hak dan tanggung jawab setiap orang tua. Tidak semua anak harus masuk dayah, sebagaimana tidak semua anak harus menempuh jalur pendidikan tertentu.
Akan tetapi, keputusan tersebut hendaknya didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan karena terpengaruh oleh persepsi negatif yang belum tentu mencerminkan kenyataan secara keseluruhan.
Di tengah derasnya perubahan sosial dan tantangan moral yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan sikap yang lebih adil dalam menilai lembaga pendidikan.
Dayah memang tidak sempurna, tetapi kontribusinya dalam membentuk karakter dan menjaga nilai-nilai moral generasi muda tetap tidak dapat diabaikan.
Yang dibutuhkan hari ini bukanlah saling menyalahkan, jika kita sibuk terus mencari kesalahan, maka kita akan lalai membangun kebersamaan dan kekompakan, bila kita lalai dalam mencari kelemahan orang lain, maka kita lupa akan kekurangan kita, karena itu, perlu komitmen bersama untuk memperkuat seluruh lembaga pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik.
Sebab pada akhirnya, masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan yang dimiliki, tetapi juga oleh karakter yang berhasil ditanamkan. (*)
PENULIS: Akademisi STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sarkawi-12062026.jpg)