KUPI BEUNGOH
Arah Baru Pendidikan Aceh Barat Daya
Pemkab Abdya mempunyai dasar pijakan yang kuat dalam menselaraskan pembangunan pendidikannya secara nasional.
Sinergi dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2025-2029 adalah: 1) Program Wajib Belajar 13 Tahun, 2) Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran, 3) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, 4) Program Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan, 5) Program Dukungan Manajemen.
Dari kelima program tersebut, program nomor 1, 2, dan 4 mempunyai hubungan yang erat dengan program pendidikan yang telah diprogramkan oleh Kabupaten Abdya. Oleh karena itu, Pemkab Abdya mempunyai dasar pijakan yang kuat dalam menselaraskan pembangunan pendidikannya secara nasional.
Pemkab Abdya mengupayakan pemerataan akses Pendidikan. Ini untuk mengatasi disparitas partisipasi pendidikan antarwilayah, antarkelompok ekonomi, dan gender. Masalah lain yang harus diantisipasi adalah masih adanya anak usia sekolah yang tidak bersekolah (anak tidak sekolah/ATS).
Pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat mewujudkan kemajuan negara.
Kemudian peningkatan kualitas pendidikan di berbagai jenjang masih perlu diupayakan dengan peningkatan kualitas kurikulum, model pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sistem penilaian yang tepat, serta sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang memadai.
Kualitas Pendidikan juga perlu didukung dengan fasilitasi pembelajaran secara digital dengan memanfaatkan teknologi. Upaya yang dilakukan telah dapat mendorong perbaikan pembelajaran, yang antara lain ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik (learning outcome).
Peningkatan literasi dan numerasi juga merupakan konsern Pemkab Abdya. Berbagai upaya untuk mendorong peningkatan skor literasi dan numerasi dilakukan secara sistematis. Peningkatan kompetensi guru dalam mengajar serta latihan-latihan terstruktur diberikan kepada siswa. Guru juga kemudian mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi dalam setiap pelajaran sehingga topik tersebut bukan merupakan hal yang asing bagi siswa.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah menjamin lingkungan belajar yang aman. Lingkungan belajar aman merupakan lingkungan belajar yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, pendidik, dan tenaga kependidikan, baik secara fisik, psikis (mental), maupun sosial.
Keamanan bangunan, keamanan lingkungan, dan tersedianya fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) termasuk ke dalam keamanan fisik. Sedangkan, kebijakan anti kekerasan seksual, anti kekerasan fisik, anti perundungan, dan anti hukuman fisik termasuk ke dalam keamanan psikis.
Dalam Rapor Pendidikan, terdapat beberapa indikator penilaian yang berhubungan dengan lingkungan belajar di sekolah, yang terdiri dari Iklim Keamanan, Iklim Kebhinekaan, dan Iklim Inklusivitas.
Pembkab Abdya juga memberi perhatian khusus pada program prasekolah. Pemahaman mengenai layanan pendidikan yang perlu diterima anak usia dini di PAUD masih perlu ditingkatkan. Wajib Belajar 1 (satu) tahun prasekolah merupakan inisiatif penting dan merefleksikan komitmen Indonesia untuk memastikan setiap anak usia 5 (lima)-6 (enam) tahun dapat berpartisipasi dalam pembelajaran terorganisir sebelum masuk ke jenjang pendidikan dasar, sehingga lebih siap bersekolah secara holistik.
Dalam hal peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, Pemkab Abdya melakukan berbagai program dalam menunjang hadirnya guru yang berkualitas. Salah satunya adalah mengupayakan persebaran guru sertifikasi secara merata. Sehingga layanan yang diterima oleh peserta didik dapat berkeadilan dan bermutu baik pada sekolah yang berada di desa maupun yang berada di kota.
Disamping itu berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru telah diadakan. Hal ini sangat urgen dikarenakan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin pesat. Guru harus dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi, disamping juga memperkuat kompetensi akademik dan pedagogiknya.
Pemkab Abdya juga memperhatikan tenaga kependidikan, hal ini menjadi penting dikarenakan mereka merupakan salah satu unsur dalam mensukseskan berlangsungnya proses pendidikan di sekolah. Pemberian pelatihan kepada tenaga pendidik yang bersifat mendekatkan dengan digitalisasi terus diupayakan, sehingga pemahaman secara holistic tentang pembangunan pendidikan dapat berlangsung secara efektif dan efesien. (*)
| Ketika Kebencian Membunuh Akal Sehat Bangsa |
|
|---|
| Interprofessional Education: Nyata atau Hanya Teori Semata? |
|
|---|
| Pentingnya Strategi Pembangunan yang Menempatkan Tata Kelola sebagai Prioritas Utama |
|
|---|
| Jangan Biarkan Emosi Mengalahkan Logika dalam Pengelolaan Gas Andaman |
|
|---|
| Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jufri-SAg-MM-Staf-Ahli-Bidang-Pemerintahan-Hukum-dan-Politik-Abdya.jpg)