Breaking News

Opini

Memahami Opini Publik di Era Digital

PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, mengakses informasi, dan membentuk opini.

Editor: mufti
IST
Nara Pristiwa SE MBA, Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Aceh dan Ketua Program Studi Bisnis Digital FE Unmuha 

Selain disinformasi dan polarisasi, tantangan lain dalam memahami opini publik digital adalah noise atau kebisingan informasi. Di era digital, pengguna sering kali kesulitan memilih opini yang benar-benar representatif dari masyarakat karena begitu banyak suara yang muncul sekaligus. Noise dapat berupa banjir informasi yang membingungkan, membelokkan makna, dan menutupi opini yang substansial. Volume informasi yang sangat besar, komentar emosional tanpa dasar fakta, dominasi opini oleh kelompok vokal, serta trending topic yang dimanipulasi menjadi ciri khas dari noise dalam opini publik digital.

Dampaknya, masyarakat menjadi kebingungan dalam membedakan antara opini mayoritas dan minoritas, kesulitan menganalisis pandangan yang benar-benar mewakili publik, serta penurunan kualitas diskusi publik. Untuk mengatasi noise, pengguna digital perlu menggunakan sumber informasi yang terpercaya, fokus pada data dan opini yang berbasis fakta, serta melakukan analisis sentimen dan keyword untuk memilih opini yang dominan. Penting juga untuk menyaring dan mengevaluasi informasi sebelum mempercayainya, serta mencari konteks dan informasi yang utuh, bukan hanya membaca komentar.

Literasi digital

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan strategi yang efektif untuk memahami opini publik digital secara bijak. Monitoring media sosial dengan menggunakan tools seperti Google Trends dapat membantu melacak perbincangan online. Analisis sentimen dapat digunakan untuk mengukur emosi atau sikap publik terhadap suatu isu, apakah positif, netral, atau negatif.

Survei digital melalui platform seperti Google Form juga dapat menjadi cara untuk mendapatkan gambaran opini publik yang lebih akurat. Selain itu, pendekatan big data analytics memungkinkan analisis jutaan data digital dari berbagai sumber untuk memahami dinamika opini publik secara menyeluruh. Pada akhirnya, memahami opini publik di era digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepekaan terhadap dinamika sosial dan tanggung jawab dalam bermedia.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved