Kupi Beungoh
Serakahnomic: Teori Ditolak, Praktek Menjamur?
Demokrasi dibeli, hukum dijual-beli, birokrasi dirampok korupsi, itulah wajah Serakahnomic, ekonomi rakus yang menjerat nurani bangsa.
Hari ini, Serakahnomic nyata: pejabat menukar amanah dengan rente, politisi membeli suara, birokrat memperdagangkan hukum.
Jalan Barakahnomic bukan mimpi: dimulai dari niat bersih, distribusi adil, dan kepemimpinan yang melayani, bukan menindas.
Kebahagiaan sejati lahir dari memberi dan melayani; harta dan kuasa yang dijalankan dengan qana’ah dan zuhud menumbuhkan peradaban, menyejahterakan rakyat, dan menenteramkan hati.
Wallahu’alam bissawab.
PENULIS adalah Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe; Peneliti Sosial Kemasyarakatan; Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/M-Nasir-cahaya-peradaban-september-2025.jpg)