Opini

Prabowo, Gaza, dan Opresi Global

Ia menjadi pembicara ketiga setelah presiden Brazil, Lula da Silva, dan Presiden AS, Donald Trump, yang mendapatkan jatah bicara selama 20 menit.

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Dr Teuku Kemal Fasya M Hum, Antropolog Universitas Malikussaleh 

Di bawah kendali IDF, Israel mengabaikan Konvenan PBB dan hukum humaniter internasional. Aksi melepaskan bom volume besar ke daerah padat penduduk secara frekuensi, pemaksaan warga keluar dari Gaza, strategi merusak logistik dan kelaparan massal, penghancuran rumah sakit, ambulans, rumah ibadah, sekolah, dan kamp pengungsian berpunktuasi pada diksi “genosida” yang diucapkan Prabowo.
Ide solusi dua negara (two state solution) yang disampaikan Prabowo juga bukan ide baru.

Sejak awal konflik, bahkan di era Bill Clinton (1993) ide ini kembali digaungkan, tapi selalu ditolak Hamas. Sejak Deklarasi Balfour (1917), Hamas kesulitan menerima ide dua negara karena Israel telah mencaplok lebih 70 persen teritori kedaulatan Palestina. Namun melihat mega destruksi sejak Oktober 2023, Hamas mulai setuju ide ini, meskipun sangat rentan karena berbatasan langsung dengan Israel. Namun ide ini ditentang oleh Trump, Netanyahu, dan negara-negara komprador Amerika Serikat yang tak lebih 10 negara itu. Padahal mereka harus melawan mayoritas, 157 negara yang setuju Palestina merdeka.

Negara-negara loyalis Barat seperti Kanada, Australia, Perancis, dan Inggris yang awalnya menolak kemerdekaan Palestina kini bersikap setuju, apalagi melihat agresi 17 September 2025 yang sangat brutal.

Di atas itu semua, pidato Prabowo seperti hipnotis menyelaraskan kemerdekaan Palestina, mengirim pasukan perdamaian, dan menghentikan genosida. Pesan “anti opresi global” Prabowo seperti mengulang slogan anti-imperialisme Soekarno, sekaligus menampar jazirah Timur Tengah yang hipokrit seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Bahrain, dan Mesir yang akhirnya kena karma berkoalisi dengan AS.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved