KUPI BEUNGOH
Tata Kelola dan Sistem Akuntansi Masa Sultan Iskandar Muda dalam Perspektif Good Governance Modern
Refleksi Tata Kelola dan Sistem Akuntansi Pemerintahan Masa Sultan Iskandar Muda dalam Perspektif Good Governance Modern”
Tanah di Aceh pada masa itu merupakan aset strategis kerajaan. Petani yang mengolah tanah kerajaan wajib menyerahkan sebagian hasil panen sebagai bentuk pajak atau bajeh.
Di samping itu, Sultan memiliki tanah-tanah khusus (tanah wakaf kerajaan dan tanah hasil rampasan perang) yang hasilnya disetorkan langsung ke perbendaharaan istana.
Sistem ini memperlihatkan kesadaran ekonomi yang kuat terhadap fungsi redistributif tanah, sekaligus menjadi bentuk awal akuntansi pertanian di dunia Melayu-Nusantara.
2. Pendapatan dari Laut (Maritime Revenue)
Sebagai kerajaan maritim, Aceh memperoleh pendapatan besar dari aktivitas pelayaran dan perdagangan.
Setiap kapal asing yang berlabuh di pelabuhan Aceh diwajibkan membayar bea masuk (custom duties).
Syahbandar berperan penting sebagai pejabat pengelola pelabuhan, mencatat arus barang dan pungutan dagang.
Catatan Syahbandar berfungsi layaknya ledger atau buku kas — mencatat siapa yang berdagang, berapa jumlah barang, dan berapa besar pajak yang diterima kerajaan.
Ini menjadi bentuk awal dari akuntansi perdagangan internasional yang tertata.
3. Pendapatan dalam Negeri (Domestic Revenue)
Sultan juga memperoleh pemasukan dari pasar-pasar lokal, hasil tambang, dan perdagangan dalam negeri.
Pasar di bawah pengawasan langsung pejabat kerajaan berfungsi bukan hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sarana kontrol fiskal.
Setiap aktivitas jual beli dikenai retribusi kecil yang kemudian dikumpulkan dan disetorkan secara periodik ke istana.
Ketiga sistem ini menunjukkan bahwa pemerintahan Sultan Iskandar Muda telah mengenal konsep klasifikasi pendapatan publik — sesuatu yang dalam akuntansi modern dikenal sebagai revenue classification by source.
Transparansi dan Akuntabilitas Berbasis Moral
Meskipun belum mengenal laporan keuangan formal seperti Budget Realization Report atau Balance Sheet, tata kelola pada masa Iskandar Muda berlandaskan pada akuntabilitas sosial dan moral.
Sultan Iskandar Muda
Good Governance
Akuntansi
Tata Kelola
Kerajaan Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews
| Sekali AI Datang Kampus Pun Berubah |
|
|---|
| Fenomena Remaja Nongkrong Hingga Larut Malam dan Pengaruhnya terhadap Citra Aceh |
|
|---|
| Rakyat tidak Pakai Dolar, Tapi Tetap Merasakan Getarnya |
|
|---|
| Aceh di Persimpangan: Ketika Mimpi Besar Tersandera Lemahnya Tata Kelola dan Krisis Prioritas Publik |
|
|---|
| Kita Punya Emas Energi, Tapi Mengapa Aceh Selalu Gelap? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tuanku-Warul-Waliddin_20251109.jpg)