Kisah Mohammed Dahlan, Mantan Pemimpin Fatah Palestina yang Masuk Daftar Teroris di Turki

Dahlan dianggap memiliki sejarah panjang merencanakan revolusi Musim Semi Arab di sejumlah negara di kawasan timur tengah dan Afrika Utara.

Kisah Mohammed Dahlan, Mantan Pemimpin Fatah Palestina yang Masuk Daftar Teroris di Turki
Alresalah via middleeastmonitor.com
Gambar anggota Fatah Mohammed Dahlan (depan) dan Mahmoud Abbas 

Sejumlah tahanan tewas dalam keadaan mencurigakan selama atau setelah interogasi oleh pasukan Dahlan.

Pada 2007, Dahlan meninggalkan Gaza menuju kota Ramallah di Tepi Barat, setelah Hamas mengalahkan upayanya yang didukung A.S. untuk menggagalkan kontrol Hamas di jalur Gaza.

Presiden A.S. George W. Bush menggambarkan Dahlan pada waktu itu sebagai “anak kami”.

Di Ramallah pada 2011, Dahlan diusir dari Fatah setelah berselisih dengan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas.

PA menuduh Dahlan memperkaya dirinya sendiri melalui korupsi keuangan dan berkonspirasi untuk melemahkan Abbas.

Sejak itu, Dahlan telah tinggal di UEA, dan menjadi penasihat Putra Mahkota Abu Dhabi Muhammad bin Zayed, di mana ia merencanakan melawan revolusi Musim Semi Arab dan mengimplementasikan agenda intervensi UEA di negara-negara Arab dan kawasan.

Kisah Nael Barghouthi, Warga Palestina Pemecah Rekor Tahanan Politik Terlama di Dunia

52 Tahun Israel Merebut Tanah Palestina, Semakin Ramai di Tepi Barat, Menarik Diri dari Gaza

Remaja yang membawa bendera Palestina berjalan di antara asap gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel untuk menghalangi aksi
Remaja yang membawa bendera Palestina berjalan di antara asap gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel untuk menghalangi aksi "Great March of Return" di perbatasan Israel-Gaza yang terletak di timur Khan Yunis, Gaza pada 24 Mei 2019. (ANADOLU AGENCY/ASHRAF AMRA)

Upaya Kudeta di Turki

Setelah kegagalan upaya kudeta di Turki pada 2016, nama Dahlan muncul sebagai tersangka.

Sumber-sumber keamanan tingkat tinggi Turki melaporkan UEA bekerja sama dengan komplotan kudeta, menggunakan pemimpin Fatah yang diasingkan sebagai perantara.

Dahlan dituduh telah mentransfer uang ke komplotan di Turki pada minggu-minggu sebelum upaya kudeta dan telah berkomunikasi dengan dalang kudeta yang gagal, Fetullah Gulen, dan kelompoknya, Fetullah Terrorist Organization (FETO).

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved