Kupi Beungoh

Masjid Oman Al Makmur Banda Aceh Milik Siapa? Begini Sejarahnya

MASJID Oman Al Makmur yang berada di Gampong Bandar Baru (biasa disebut Lampriek), Kota Banda Aceh, sedang viral di media sosial

Masjid Oman Al Makmur Banda Aceh Milik Siapa? Begini Sejarahnya
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Suasana malam di Masjid Masjid Agung Al-Makmur Lampriet, Banda Aceh, Jumat (18/11/2016). 

Pelaksanaan shalat Jumat dan ibadah lainnya dipindahkan ke Meunasah (surau) Baital Makmur di Jalan Pari.

Renovasi pun dilakukan dengan dibantu oleh Sultan Qaboos Bin Said dari negara Kesultanan Oman yang difasilitasi awal oleh Dr Helmi Bakar dari Hilal Merah Indonesia.

Sultan Qaboos, Donatur Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh Meninggal Dunia, Ini Penggantinya

Akhirnya pada 19 Juni 2006 ditandatangani Nota Kesepakatan Antara Kepala Perwakilan Negara Kesultanan Oman di Jakarta dengan Wali Kota Banda Aceh tentang pembangunan Masjid Agung Al Makmur.

Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Kepala Perwakilan Negara Kesultanan Oman dan Pejabat Gubernur NAD, Mustafa Abu Bakar.

Masa pembangunan mesjid ini lebih kurang 1,5 tahun dan rampung pada 19 Mei 2009 sekaligus diresmikan pemakaiannya.

Total dana yang dihabiskan mencapai Rp 17 miliar.

Pada awalnya nama Masjid Agung Al Makmur yang telah selesai dibangun baru akan diberi nama dengan Masjid Agung Al Makmur Sultan Qabus Bin Said.

Akan tetapi menjelang peresmian, oleh Kepala Perwakilan Negara Kesultanan Oman meminta agar nama Sultan Qabus Bin Said tidak dicantumkan.

Sehingga nama masjid ini tetap disebut Masjid Agung Al Makmur saja.

Profil Sultan Qaboos bin Said dari Oman, Sultan Terlama di Dunia Arab

Masjid ini sekarang menjadi salah satu bangunan masjid yang megah di Banda Aceh dengan corak arsitektur Timur Tengah.

Masjid ini kemudian lebih dikenal sebagai Masjid Oman.

Memiliki luas bangunan mencapai 1.800 meter persegi dan berdiri diatas lahan seluas 7.572 meter persegi, Masjid Agung Al-Makmur ini diklaim bisa menampung jamaah hingga 2000 orang.

Namun ketika shalat Jumat banyak juga jamaah yang tidak tertampung, dan membeludak hingga harus beribadah di luar masjid.

Masjid ini mengadopsi gaya masjid ala Timur Tengah yang bisa dilihat kemegahan serta keindahan arsitekturnya.

Ustadz Abdul Somad Kembali ke Aceh, dari Masjid KL, Masjid Oman, Gampong Teladan, Hingga Gontor 10

Bisa dijumpai dengan adanya dua menara yang menjulang tinggi serta sebuah kubah besar di atap masjid.

Memiliki dua lantai, bangunan Masjid Al-Makmur ini juga dilengkapi berbagai fasilitas sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi umat yang beribadah.

Lantai dalam masjid dilapisi permadani dan dindingnya dihiasi dengan kaligrafi ayat Alquran dan lainnya.

Menariknya lagi masjid ini dibangun memenuhi persyaratan respon gender dan disabilitas.

Disiapkan kamar berwudhu dan bersuci khusus untuk kaum perempuan dan juga penyediaan tangga naik bagi penyandang cacat.

Delegasi dari Oman Berkunjung ke Masjid Oman Al Makmur Lampriek

Berburu Malam Seribu Bulan di Masjid Oman

Delegasi familiarization trip dari negara Oman sebanyak 10 orang terdiri atas pengusaha tour and travel agent, influencer, traveller, dan jurnalis berkunjung ke Masjid Oman Al Makmur, Lampriek, Banda Aceh, Selasa (24/9/2019).
Delegasi familiarization trip dari negara Oman sebanyak 10 orang terdiri atas pengusaha tour and travel agent, influencer, traveller, dan jurnalis berkunjung ke Masjid Oman Al Makmur, Lampriek, Banda Aceh, Selasa (24/9/2019). (For Serambinews.com)

Dikembalikan ke Pemko

Pada 21 Juni 2019, masyarakat Gampong Bandar Baru (Lampriek) Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh mengembalikan status “Agung” pada Masjid Al Makmur ke Pemerintah Kota Banda Aceh.

Ini berarti, sejak saat itu, Masjid Al Makmur tidak lagi berstatus sebagai Masjid Agung di bawah kepengurusan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Tetapi akan dikelola langsung oleh masyarakat Gampong Bandar Baru.

Sejalan dengan itu, masyarakat Bandar Baru juga akan mengubah nama masjid Al Makmur, dari sebelumnya bernama Masjid Agung Al Makmur menjadi Masjid Oman Al Makmur.

Muzammil Menikah Bakda Shubuh, Jamaah Masjid Oman Membludak

Berburu Malam Seribu Bulan di Masjid Oman

Pemko Menolak

Namun Pemerintah Kota Banda Aceh menolak pengembalian status Agung pada Masjid Al Makmur.

Hal itu ditegaskan dalam surat Wali Kota Banda Aceh nomor 450/0985 tertanggal 15 Agustus 2019 yang ditujukan kepada Keuchik Gampong Bandar Baru.

Pemko Banda Aceh tidak dapat menerima pengembalian status masjid Agung karena status Agung pada masjid Oman telah ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banda Aceh nomor 236 tertanggal 19 Juni 2014.

Kemudian, pembiayaan operasional masjid Oman tersebut juga menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh.

Selain itu, adanya keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, nomor DJ.II/802 tahun 2014 tentang standar pembinaan manajemen masjid.

Di mana tersebutkan dalam keputusan itu, masjid Agung terletak di Ibukota Pemerintahan Kabupaten/Kota dan menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan pemerintahan atau masyarakat muslim.

Lalu, kepengurusan masjid Agung ditetapkan oleh bupati/wali kota atau rekomendasi kementerian agama kabupaten/kota berdasarkan usulan KUA kecamatan dan lembaga masyarakat.

Hingga kini belum ada satu keputusan pasti tentang status masjid tersebut.

Warga Lampriek mengklaim telah mengembalikan status “Agung” pada masjid itu ke Pemko Banda Aceh, sementara Pemko masih menganggap Masjid Al Makmur sebagai Masjid Agung Kota Banda Aceh.

Tampaknya memang perlu sebuah keseriusan dari Pemko dan Pemerintah Gampong Bandar Baru, serta pihak terkait lainnya untuk segera memperjelas status “kepemilikan” masjid ini.

Kejelasan status ini menjadi penting untuk menyelesaikan kekisruhan yang beberapa kali terjadi di masjid ini.

Sehingga Masjid Al Makmur tetap memancarkan keindahan, memberikan ketenangan, dan benar-benar makmur, semakmur namanya. Insya Allah.(*)

Mau Nikah di Masjid Oman, Ini Prosedurnya

Yocerizal, Wartawan Harian Serambi Indonesia.
Yocerizal, Wartawan Harian Serambi Indonesia. (SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI)

*) PENULIS adalah jurnalis menetap di Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved