Citizen Reporter

Tradisi Meujalateh dan Tungkat Bulee Jok, Cara Unik Warga Woyla Aceh Barat Usir Virus Corona 

Masyarakat Aceh sejak zaman dahulu sudah punya tradisi mencegah masuknya wabah penyakit ke kampung mereka.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Kolase foto Mustafa Ali Woyla dan anak-anak Ie Itam Baroh, Woyla, Aceh Barat, ikut dalam tradisi meujalateh. 

Mustafa Ali Woyla Melaporkan dari Itam Baroh, Woyla, Aceh Barat*) 

VIRUS corona yang berasal dari Wuhan China benar-benar menimbulkan kepanikan di seluruh dunia.

Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus misterius ini.

Istilah-istilah seperti social distancing, physical standing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga karantina dan lockdown, akhir-akhir ini semakin akrab di mata dan telinga masyarakat.

Tak terkecuali di wilayah pedalaman Aceh yang berjarak hingga ribuan kilometer dari daerah asal wabah.

Nama Wuhan yang dulunya tak pernah mereka dengar pun kini semakin sering dibicarakan.

Tentu dengan versi, asumsi, dan teori masing-masing.

Terkait dengan upaya pencegahan ini, masyarakat Aceh sejak zaman dahulu sudah punya tradisi mencegah masuknya wabah penyakit ke kampung mereka.

Di antara tradisi yang sudah cukup terkenal adalah doa tolak bala dan karantina kampung atau lockdown yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW 1400-an tahun lalu.

UPDATE Taushiyah MPU, Kegiatan Ibadah Harus Ikuti Prosedur Kesehatan, Bagaimana Doa Tolak Bala?

Jumlah Positif Corona di Aceh tak Bertambah, PDP Bertambah Satu Orang

VIDEO New York Makamkan Jenazah Korban Corona di Kuburan Massal, Catatkan Kematian Terbanyak

Selain doa tolak bala keliling kampung dan lockdown terbatas, ada satu tradisi lain yang dipraktekkan oleh masyarakat di pedalaman Aceh untuk mencegah penyebaran wabah penyakit.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved