Breaking News:

Luar Negeri

Video Detik-Detik Polisi New York Dorong Pria Lansia hingga Jatuh Terkapar dan Berdarah di Kepala

Seorang pemrotes yang ikut berujuk rasa mentang aksi kekerasan terhadap pria kulit hitam, George Floyd di New York, AS telah di dorong oleh polisi

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
TWITTER/@WBFO
Tangkap layar Seorang pemrotes yang ikut berujuk rasa mentang aksi kekerasan terhadap pria kulit hitam, George Floyd di New York, AS telah di dorong oleh pihak kepolisian, Kamis (4/6/2020) malam waktu setempat. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang demonstran yang ikut berujuk rasa mentang aksi kekerasan terhadap pria kulit hitam, George Floyd di New York, AS telah di dorong oleh pihak kepolisian.

Pria yang berusia 75 tahun terjadi pada Kamis (4/6/2020) malam waktu setempat, didorong oleh polisi ketika membubarkan aksi unjuk rasa Lapangan Niagara saat jam malam seluruh kota akan diberlakukan.

Melansir dari Buffalo News, Jumat (5/6/2020) menyusul insiden itu, telah menarik perhatian dan pengawasan nasional.

Departemen Kepolisian Buffalo telah memberhentikan sementara waktu dua petugas yang terlibat mendorong pria lansia itu.

Mereka juga telah memulai penyelidikan melalui urusan Internalnya.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah perselisihan antara para demonstran dengan pihak kepolisian.

Demonstran AS Berbaring, Meniru Kematian George Floyd Selama 8,46 menit

Dua Polisi Tertembak dan Satu Ditusuk di Leher Saat Kawal Demo Menentang Kematian George Floyd

Pemicu Demo di AS Positif Covid-19, Namun Kematiannya Bukan Karena Virus

Pihak kepolisan menggunakan peralatan taktis untuk membubarkan masa di Alun-alun Niagara setelah puluhan demonstran memblokir jalan di depan Balai Kota.

Dalam laporan itu menyebutkan empat orang terlihat ditahan polisi selama unjuk rasa itu berlangsung pada Kamis.

Tak lama setelah jam 8 malam waktu setempat, seorang demonstran terluka dibagian kepala ketika polisi dengan perlengkapan taktis maju untuk membubarkan para pengunjuk rasa di depan Balai Kota.

Ketika polisi maju, pria itu lansia itu mendekati polisi yang hendak memukul mundur para demonstran.

Kemudian, korban jatuh ke jalan dan menderita cedera kepala setelah dia didorong oleh dua petugas kepolisian yang memukul mundur demonstran.

Netflix Dipajakin, Presiden AS Donald Trump Marah pada Pemerintah Indonesia

Ikut Berdemo, Anak Perempuan Wali Kota New York Sempat Ditangkap Polisi

Selisih 29 Tahun, Gadis 21 Tahun Ini Rela Dinikahi Duda 60 Tahun, Segini Maharnya

(WARNING CONTENTS) Berikut detik-detik sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter @WBOF yang menujukkan pria itu terjatuh.

Dalam video itu terdengar suara benturan cukup keras kepala korban dan beton.

"Itu membuatku jengkel," kata politikus Mark Poloncarz yang menanggapi video itu dalam cuitannya Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut, Poloncarz mengatakan bahwa dirinya sudah mengkonfirmasi korban berada di Rumah Sakit ECMC dalam kondisi stabil.

Gubernur New York angkat bicara atas insiden tersebut.

"Kejadian ini sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan sangat memalukan," kata Gubernur Andrew Cuomo di Twitter.

"Petugas polisi harus menegakkan - BUKAN PELANGGARAN - hukum," kata Cuomo dalam twitternya. 

PM Selandia Baru Sebut Kasus Kematian George Floyd ‘Ngeri’

Bocah 3 Tahun ini Kena Semprot Gas Air Mata, Jadi Sasaran Polisi Saat Unjuk Rasa Kasus George Floyd

Madeleine Berusia Tiga Tahun Hilang pada 2007 belum Ditemukan, Orangtuanya Terus Mencari

Walikota Bufallo, Byron Brown mengatakan pria lansia itu dalam kondisi serius tetapi stabil di Pusat Medis di wilayah Erie.

Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James mengatakan bahwa kantornya telah mengetahui video tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis malam waktu setempat, walikota Bufallo mengatakan dia "sangat terganggu" oleh video tersebut.

"Saya berharap untuk terus membangun kemajuan yang telah kami capai saat kami bekerja bersama untuk mengatasi ketidakadilan rasial dan ketidakadilan di Kota Buffalo. Hati dan pikiran saya bersama korban malam ini," kata Brown.

Juru bicara kepolisian mengatakan keempat orang yang ditangkap selama aksi unjuk rasa Kamis sore didakwa dengan aksi pengerusakan karena memblokir jalan dan lalu lintas di alun-alun.

Sepanjang hari, para demonstran berkumpul di alun-alun, seperti yang dialami banyak orang dalam beberapa hari terakhir setelah kematian seorang pria Minneapolis pada tanggal 25 Mei di tangan polisi.

Kematiannya Picu Kerusuhan di AS, George Floyd Dinyatakan Positif Covid-19 dari Hasil Tes Swab

Aksi Polisi Berlutut Heboh, Demo Kematian George Floyd Meluas di Amerika Serikat

Unjuk Rasa Kematian George Floyd Memanas, Ini Cara KBRI Jamin Keselamatan 142 Ribu WNI di AS

Sekitar pukul 16.40 waktu setempat, kerumunan pengunjuk rasa berdiri di tengah jalan di alun-alun di depan Balai Kota, menghalangi lalu lintas kendaraan agar tidak lewat.

Polisi dengan perlengkapan taktis tiba dalam beberapa menit dan membentuk barisan di depan para pengunjuk rasa.

Polisi mengatakan kepada demonstran bahwa mereka telah dianggap melanggar hukum jika mereka tidak membubarkan diri.

Lebih lanjut, petugas kepolisian akan menggunakan kekuatan untuk membubarkan paksa mereka.

Polisi tampak telah menggunakan masker gas dan dipersenjatai dengan beberapa jenis untuk membubarkan masa di lokasi.

Terlihat helikopter polisi berputar di atas wilayah demonstasi itu.

Demo Rusuh Terkait Kematian George Floyd, Ribuan Orang Ditangkap, Trump Tuduh Antifa Biang Kerok

Donald Trump Caki Maki Gubernur, Bertindak Terlalu Lemah Terhadap Demonstran

Di Tengah Kerusuhan di Amerika, Donald Trump Mendadak Telpon Vladimir Putin dari Bunkernya, Ada Apa?

Setelah lebih dari setengah jam, kerumunan keluar dari jalan ke trotoar di depan Balai Kota.

Polisi berdiri sekitar 15 menit sebelum meninggalkan daerah terdekat.

Tepat sebelum jam 8 malam waktu setempat, ada sekitar puluhan pengunjuk rasa masih berkumpul di depan Balai Kota.

Kebanyakan dari mereka yang tergabung sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi ketika satuan tim kepolisian dengan perlengkapan taktis tiba.

Polisi menahan seorang pengunjuk rasa saat mereka sedang membersihkan lapangan.

Para pemrotes telah berdemonstrasi di Niagara Square sejak Sabtu (30/5/2020) untuk memprotes kematian George Floyd.

AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara

Demo Rusuh Terkait Kematian George Floyd, Ribuan Orang Ditangkap, Trump Tuduh Antifa Biang Kerok

Puji Jam Malam, Trump Berjalan Santai dan Foto di Depan Gereja Bersejarah yang Dibakar Massa

George Floyd adalah seorang pria Minneapolis berusia 46 tahun, ia meninggal setelah ditangkap oleh seorang polisi dengan cara kekerasan.

 Oknum petugas polisi itu menekan leher Floyd ke trotoar dengan menggunakan lututnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved