Breaking News:

Berita Banda Aceh

Santri Aceh Pertanyakan Metode Pengambilan Kesimpulan Pimpinan Pesantren Positif Covid-19

Organisasi santri dayah Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mempertanyakan kenapa pihak Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) cepat sekali..

SCREENSHOT VIDEO BEREDAR DI MEDSOS
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat berkomunikasi dengan seorang pimpinan dayah yang dikabarkan positif Covid-19, di ruang monitor Ruang Monitor Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUZA Banda Aceh, Rabu (22/7/2020). 

 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Organisasi santri dayah Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mempertanyakan kenapa pihak Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) cepat sekali menyimpulkan salah seorang pimpinan pesantren di Kabupaten Bireuen yang dalam pemberitaan diinisial Tgk HB positif Covid-19.

Padahal, menurut RTA biasanya test SWAB di RSUZA dan di tempat lain selalu membutuhkan waktu 2x24 jam sebelum sampai pada kesimpulan seorang pasien positif Covid atau negatif.

"Tapi kenapa Tgk HB yang baru tadi malam masuk ke RSUZA namun paginya langsung ada hasil positif covid? Terus kenapa pasien yang lain sebelum ini butuh waktu untuk mendetekasi covid atau bukan, kenapa berbeda-beda prosedurnya?,“ ujar Ketua Umum RTA Tgk Marbawi Yusuf melalui siaran pers kepada Serambinews.com

Contoh, katanya lagi, ada pasien yang baru setelah dikebumikan baru ketahuan positif atau negatif, yaitu setelah ada test SWAB yang katanya membutuhkan waktu 2x24 Jam. Tapi dalam kasus Tgk HB waktunya belum 24 Jam.

“Kita buka menyoal mekanisme kerja medis tim rumah sakit. Tapi kita bingung kenapa ada yang langsung diketahui namun ada yang butuh waktu 2x24 jam baru diketahui. Jadi kan ini wajar kita bingung,“ tambah Tgk Marbawi.

Irwandi Yusuf Berbagi Cerita Tentang Sakitnya Abu Mudi, Berharap jangan Sampai Menimbulkan Fitnah

Terkait Pembatalan 12 Proyek Multiyears, Pakar Hukum: DPRA Tidak Boleh Membatalkan Sepihak

Akibat berita ini, muncul kegaduhan dan kepanikan luar biasa di masyarakat yang kita takuti justru akan menurunkan daya imunitas masyarakat.

Apalagi, juga muncul keterangan dari pihak keluarga Tgk HB dan dari orang dekat jauh sebelum wabah Covid, Tgk HB sendiri terkadang juga mengalami sakit yang serupa di mana dulu biasanya langsung dibawa ke Malaysia untuk pengobatan.

Kendati demikian, tambahnya lagi, apakah nanti benaran Tgk HB benar-benar positif covid atau tidak, sangat diharapkan do’a yang tulus dari masyarakat Aceh yang mencintai ulama agar kiranya Tgk HB cepat diberikan kesembuhan oleh Allah Swt.

“Kita harapkan do’a dari seluruh elemen masyarakat semoga Tgk HB cepat sembuh sehingga dapat kembali mendidik ummat. Dan kepada tim medis RSUZA semoga dapat menangani Tgk HB dengan baik dan diberikan pahala yang besar oleh Allah SWTatas kebaikan merawat Abu Mudi,“ harap Tgk Marbawi.(*)

Pemilihan Ketua DPD II Golkar Aceh Tamiang Dilanjutkan dengan Musyawarah dan Mufakat

Kajari Aceh Utara Terima Dua Putusan Berbeda dalam Satu Perkara, Begini Nasib Terpidana

Ini Deretan Barang Bukti Kasus Vina Abdya, Cewek Glamor yang Gelapkan Uang Nasabah Miliaran Rupiah

Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved