Breaking News:

Aceh Besar Lawan Covid 19

Balitbangkes Aceh Berhenti, Sampel Swab Aceh Besar Dibawa Ke Jakarta, Ini Penjelasan Jubir Covid-19

"Sampel swab staf Puskesmas Ingin Jaya dan Dinkes Aceh Besar dibawa ke Jakarta karena Balitbangkes Aceh berhenti lantaran mereka juga terpapar Covid."

For Serambinews.com
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar, Drs Iskandar MSi 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Seratusan sampel swab dari Kabupaten Aceh Besar telah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium di ibu kota, dampak terhentinya pelayanan Balitbangkes Aceh.

"Sampel swab staf Puskesmas Ingin Jaya dan Dinkes Aceh Besar dibawa ke Jakarta karena Balitbangkes Aceh berhenti lantaran mereka juga terpapar Covid-19," ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar, Drs Iskandar MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (9/8/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 110 orang petugas kesehatan di Puskesmas Ingin Jaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar, menjalani tes swab di Puskesmas Ingin Jaya, Kamis (7/8/1020).

Pelaksanaan tes swab massal tersebut karena adanya pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Puskesmas Ingin Jaya dan juga pasien positif Covid-19 dari Dinkes Aceh Besar.

"Mereka sudah selesai ikuti swab test, namun hasil di swab belum keluar," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar, Drs Iskandar MSi kepada Serambinews.com, Jumat (7/8/2020).

Mungkinkah Pemerintah Aceh Kerja Sama dengan Unsyiah untuk Uji Swab Masyarakat? Ini Jawaban Jubir

Aceh Tamiang Tambah 50 Ranjang Untuk Karantina Pasien Covid-19

Uji Swab tak Perlu ke Jakarta

Menurut Iskandar, pasien positif Covid-19 di Aceh Besar mengalami penambahan secara siginifikan. Ini terjadi, ulasnya, akibat masyarakat tak percaya keberadaan virus corona, sehingga mengabaikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

"Kita berharap melalui ulama, para aparatur desa, dan tokoh pemuda, untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat guna bersama-sama menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di pedesaan di Aceh Besar," ujar Iskandar.

Seperti diketahui, pasien terkonfirmasi positif terkena virus corona (Covid-19) di Aceh Besar terus bertambah hingga mencapai 135 orang. 84 orang masih dirawat dan 45 orang sembuh serta enam orang meninggal dunia.

"Naiknya angka terkonfirmasi positif terkena virus corona di pedesaan di Aceh Besar karena transmisi lokal (kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat, hanya melibatkan masyarakat). Ini harus diwaspadai secara bersama-sama,” ucapnya.

“Kita di Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Besar memang kelalaian kita bekerja, sehingga transmisi lokal Covid-19 di luar perkiraan. Kini Aceh Besar masuk zona merah Covid-19," tukasnya.

Jaksa Tagih Tunggakan Listrik Pemkab    

Polisi Razia di Depan Mapolres Atam, Tidak Berkaitan dengan Perintah Plt Gubernur, Tapi Sasar Ini

2 Atlet Petanque Aceh Juara Dunia    

Menurut Iskandar, masyarakat harus percaya bahwa virus corona ini ada dan nyata. Untuk itu, masyarakat Aceh Besar diminta agar tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona di pedesaan di Aceh Besar.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved