Berita Luar Negeri
Raja Malaysia Beri Nasihat ke Anwar Ibrahim: Ikuti dan Hormati Proses Hukum
Dalam gonjang ganjing politik Malaysia, Anwar memberikan kepada Raja jumlah anggota parlemen yang dia klaim mendukungnya untuk menjadi PM berikutnya.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Pemimpin oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim bertemu dengan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Selasa (13/10/2020) siang.
Dalam gonjang ganjing politik Malaysia, Anwar memberikan kepada Raja jumlah anggota parlemen yang dia klaim mendukungnya untuk menjadi perdana menteri berikutnya.
“Tetapi Anwar tidak memberikan daftar nama untuk memverifikasi klaimnya,” kata Istana Negara Malaysia, dikutip dari The Star.
Pengawas Rumah Tangga Istana Negara, Datuk Ahmad Fadil Syamsuddin mengatakan bahwa, Raja telah menyarankan untuk Anwar Ibarhim untuk mengikuti dan menghormati proses hukum, sebagaimana tercantum dalam Konstitusi Federal.
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah melakukan audiensi dengan pemimpin Oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim di Istana Negara pada Selasa (13/10/2020), pukul 11 pagi waktu setempat.
Baca juga: Anwar Ibrahim Bertemu Raja Malaysia, Buat Pengumuman Penting Sore Ini, Bagaimana Nasib Muhyiddin
Baca juga: Malaysia Umumkan Pembatasan Baru Covid-19 di Ibu Kota dan Sabah
"Pertemuan ini dijadwalkan pada 22 September 2020, tetapi ditunda karena Sultan Abdullah sakit selama ia dirawat di National Heart Institute dari 21 September 2020 hingga 3 Oktober 2020,”
“Dalam audiensi yang berlangsung 25 menit tadi, Anwar sudah mempresentasikan jumlah anggota Dewan Rakyat yang menurutnya mendukungnya”
“Namun, dia tidak menunjukkan daftar nama anggota Dewan Rakyat yang mendukung dirinya,”
“Oleh karena itu, Sultan Abdullah berpesan agar Anwar mengikuti dan menghormati proses hukum yang diatur dalam Konstitusi Federal, ”kata Fadil dalam keterangannya.
Sebelumnya, Anwar mengatakan telah memberi tahu Raja bahwa dia mendapat dukungan ‘mayoritas’ dari anggota parlemen untuk mengangkat dirinya menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya.
Sementara itu, Fadil mengatakan Raja juga khawatir dengan lonjakan kasus Covid-19 saat ini, yang menyebabkan Perintah Kendali Pergerakan (PSBBnya Malaysia) diberlakukan di sebagian besar Lembah Klang.
“Mengenai perkembangan pandemi Covid-19 saat ini, terutama PKP bersyarat di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya yang mulai berlaku besok (14 Oktober 2020),
Yang di-Pertuan Agong mengungkapkan kekhawatirannya dan menyarankan agar masyarakat tetap tenang,
disiplin menjaga kesehatan dengan mengikuti peraturan protokol kesehatan hidup baru, ”kata Fadil.
Baca juga: Pengusaha Aceh di Malaysia Teken MoU dengan PPIM dan NGO Muslim, Sepakat Perluas Pasar Produk Halal
Sejam Bersama Raja
Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim telah meninggalkan Istana Negara setelah bertemu dengan Raja Malaysia.
Dia menyerahkan klaim dukungan mayoritas parlemen Malaysia kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah, Selasa pagi (13/10/2020).
Dilansir dari Bernama, Anwar masuk ke Istana Negara pukul 10.25 waktu setempat dan keluar sekitar satu jam kemudian.
Sebelum menuju Istana Negara, Anwar mengunggah foto dirinya bersama istrinya Wan Azizah Wan Ismail di akun Facebook-nya.
"Semoga semua tugas hari ini dipermudah,” tulis anwar bersamaan dengan foto yang dia unggah tersebut.
Pertemuan Anwar Selasa dengan Sultan Abdullah terjadi setelah dia membuat pengumuman pada 23 September 2020 lalu bahwa dia memiliki suara "mayoritas yang kuat, tangguh, meyakinkan" dari anggota parlemen Malaysia untuk membentuk pemerintahan baru.
Baca juga: Polisi Malaysia Panggil Anwar Ibrahim, Ada Sinyal Pergantian PM
Baca juga: Menterinya Terpapar Corona, PM Malaysia Muhyiddin Yassin Jalani Tes dan Hasilnya Negatif Covid-19
Anwar, yang merupakan presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR), terpilih sebagai anggota parlemen dari dapil Port Dickson dalam pemilihan umum pada Oktober 2018.
Dia dianggap sebagai penerus Mahathir Mohamad untuk jabatan Perdana Menteri (PM) Malaysia di bawah rezim Pakatan Harapan.
Namun Mahathir mengundurkan diri dari jabatan PM Malaysia awal tahun ini ketika sekelompok anggota parlemen dari PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membelot untuk bergabung dengan anggota parlemen oposisi.
PM Malaysia Muhyiddin Yassin, yang juga sebagai presiden Bersatu, saat ini memimpin Perikatan Nasional yang terdiri dari para pembelot serta anggota parlemen dari Barisan Nasional dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).
Anwar, dalam pengumumannya pada 23 September 2020, menolak menyebutkan nama anggota parlemen yang sekarang mendukungnya.
Beberapa partai politik di kubu yang berkuasa, seperti Asosiasi Tionghoa Malaysia dan PAS, secara terbuka membantah mendukung Anwar.
Baca juga: Amerika Jatuhkan Sanksi untuk Produsen Sawit Malaysia, Indonesia Perlu Waspada
Baca juga: Muhyiddin Yassin Perkuat Posisinya Sebagai PM Malaysia, Raih Kemenangan Krusial di Pemilu Sabah
Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamid mengatakan dia mengetahui bahwa, anggota parlemen dari partainya serta dari Perikatan Nasional telah menyuarakan dukungan mereka untuk Anwar.
Namun, Sekretaris Jenderal PN Hamzah Zainuddin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (12/10/2020) bahwa anggota parlemen dari Perikatan Nasional telah menjanjikan dukungan kuat mereka kepada Muhyiddin.
Daftar 121 anggota parlemen yang konon mendukung Anwar beredar luas, yang mengarah pada penyelidikan polisi menyusul penyerahan enam laporan polisi. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Kuta Alam Menjadi Kecamatan Terbanyak Warga Positif Covid-19 di Kutaraja, Ini Sebaran Per Kecamatan
Baca juga: Kepergok Mesum, Pria di Aceh Barat Malah Serang Petugas WH dengan Parang
Baca juga: Perempuan Muda Kedapatan Simpan Narkoba di Bra, Sabu Disita Seberat 0,40 Gram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anwar-ibrahim-dan-raja-malaysia.jpg)