Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Jurnalisme Warga

Membangun Generasi Cinta Ilmu

Saya awali tulisan ini dengan seuntai kalimat penuh hikmah dari Imam Syafii. Sebuah pesan yang melecutkan semangat dan motivasi bagi para penuntut

Editor: bakri
IST
NELLIANI, M.Pd., Guru SMA 3 Seulimeuem, Aceh Besar, melaporkan dari Darussalam, Aceh Besar 

Mari bercermin dari kisah teladan seorang pemuda muslim yatim lagi miskin yang hidup dengan penuh kesederhanaan. Pemuda mulia nan jenius yang karya-karyanya menjadi penerang dan petunjuk umat manusia sampai akhir zaman. Beliau bernama Muhammad Ibnu Idris bin Abbas atau yang kita kenal dengan nama Imam Syafii r.a.

Meskipun dibesarkan dalam keadaan yatim dengan kondisi keluarga yang miskin, tetapi tidak membuat beliau malas dan rendah diri. Sebaliknya, keadaan tersebut menjadikan Imam Syafii makin bersemangat dalam menuntut ilmu.

Dalam buku biografinya dikisahkan, Imam Syafii memulai perjalanan menuntut ilmu dengan belajar membaca, menulis, dan menghafal Alquran. Beliau mencatat setiap ilmu yang diperoleh dari gurunya pada kertas-kertas,  kulit dan tulang binatang.

Pada usia tujuh tahun, Imam Syafiii telah menyelesaikan hafalan Alqurannya dengan lancar. Pada usia sepuluh tahun beliau sudah menghafal hadist-hadist dalam kitab Al- Muwattha karangan Imam Malik. Sulit rasanya membayangkan anak usia sepuluh tahun mampu menghafal 30 juz Alquran jika kesehariannya dihabiskan dengan bermain game dan media sosial.

Siapa yang tidak mengenal nama besar Sultan Muhammad Al- Fatih. Seorang Sultan yang mulai memerintah di Dinasti Turki Ustmani pada usia yang sangat belia. Nama Al-Fatih disematkan padanya karena kegigihannya sebagai penakluk Konstantinopel. Seorang sultan agung yang dalam masa kepemimpinannya telah berhasil menaklukkan kemegahan Bizantium Romawi Timur, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan menebar terangnya cahaya Islam sampai benua Eropa.

Meski terlahir sebagai putra sultan yang akan mewarisi kekhalifahan dinasti Ustmaniyah, tapi Al-Fatih muda tidaklah terlena dalam kemanjaan dan kemewahan istana. Al-Fatih muda memiliki mimpi besar terhadap keagungan Islam.

Di bawah bimbingan guru yang mumpuni, Sultan Al-Fatih memantaskan dirinya sebagai sosok yang menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah sebagaimana tertera dalam hadistnya. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaikbaik pasukan.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Kemenangan demi kemenangan tersebut tidaklah diraih dengan serta merta. Untuk mewujudkan mimpinya, Sultan Al-Fatih telah mempersiapkannya sejak usia sangat muda.

Di bawah bimbingan dan tempaan sang guru rohani, beliau tidak hanya mengasah potensi intelektualnya, namun juga mempertajam dimensi spiritual yang menjadi kunci kemenangan disetiap misinya. Untuk memantaskan diri, Sultan Al-Fatih menempa dirinya dengan menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari hafalan Alquran, hadist-hadist, memahami ilmu fikih, belajar matematika dan sains, mendalami ilmu falak, mempelajari berbagai bahasa dan strategi perang.

Dari sini jelas memberi gambaran kepada kita, begitu jauh jurang perbedaan generasi masa lalu dengan generasi hari ini. Generasi emas di masa lalu memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia. Cita-cita yang berangkat dari kecintaan mereka terhadap Rabb dan rasul-Nya dan keinginan memberikan yang terbaik untuk umat, bangsa serta agama.

Mereka menyadari sebuah perubahan hanya dapat diraih dengan perjuangan dan kegigihan menyelami luasnya samudera ilmu. Bukan tidak mungkin generasi- generasi pilihan yang sangat mencintai ilmu terlahir kembali.

Hanya saja dibutuhkan sebuah sistem dan lingkungan yang mendukung untuk itu. Mulai dari komunitas keluarga, sekolah, masyarakat dan negara harus memiliki peran serta tanggung  jawab untuk memberikan mereka suasana dan pendidikan yang mendukung dalam membangun kecintaan mereka terhadap ilmu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved