Senin, 11 Mei 2026

Kupi Beungoh

Obesitas dan Pola Hidup Sehat

Menurut data terakhir situasi obesitas berdasarkan SIRKESNAS 2016, angka tersebut masih belum terkendali dan semakin meningkat

Tayang:
Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Nurfadilla, Mahasiswa Kedokteran Universitas Malikusaleh 

Selain itu aktivitas fisik dan latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi massa lemak tubuh, sedangkan aktivitas fisik yang tidak adekuat dapat menyebabkan pengurangan massa otot dan peningkatan adipositas.

Baca juga: 4 Macam Gangguan Haid yang Perlu Diwaspadai, Ada yang Indikasi Kanker

Baca juga: Partai Demokrat Marah Besar: Kami Bukan Sekte Setan

3. Faktor obat-obatan dan hormonal
Obat-obatan jenis steroid yang sering digunakan dalam jangka waktu yang lama, kontrasepsi oral, gangguan psikologis serta ketidakseimbangan hormonal juga dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas.

Obesitas dapat menimbulkan dampak metabolik yaitu pelebaran lingkar perut yang akan berdampak pada peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol HDL atau disebut juga kolesterol baik, serta meningkatkan tekanan darah.

Keadaan ini disebut juga dengan sindrom metabolik. Lalu dapat pula memberikan dampak penyakit lain terutama yang bersifat tidak menular (Non-Communicable Disease) seperti: Diabetes Melltus (44%), Penyakit Jantung Iskemik (23%) dan Kanker (7%-41%).

Obesitas juga diidentifikasi dapat menimbulkan gagal nafas saat tidur atau sleep apnea, pembentukan batu empedu, Low back pain (nyeri punggung) dan risiko terkena osteoarthritis atau nyeri sendi yang lebih tinggi karena terlalu berat untuk menyangga berat badan yang besar.

Baca juga: Ketika Anies Baswedan Memuji Kopi Gayo, Teurimonggaseh

Baca juga: Militan ISIS Penggal 50 Orang di Lapangan Sepak Bola, Kawasan Kaya Migas Bergejolak Mozambik

Obesitas dapat dicegah dengan cara konsisten menerapkan beberapa upaya pencegahan seperti:

1. Pola makan
- Makan makanan yang beragam
- Jumlah sayur 2 kali lipat jumlah bahanan makanan sumber karbohidrat (nasi, mie, roti, pasta), misalnya sayur harus lebih banyak daripada nasi.
- Jumlah makanan sumber protein setara dengan jumlah bahan makanan sumber karbohidrat, misalnya proporsi ikan harus sama dengan nasi.
- buah minimal harus sama dengan jumlah karbohidrat atau protein.
- Pilihlah makanan yang disukai namun tetap perhatikan jumlah, jenis dan jadwal.
- Membatasi konsumsi gula, garam dan minyak berlebih. Anjuran kemenkes RI batasan konsumsi gula 50 gram/hari, garam 5 gram/hari dan minyak 67 gram/hari atau setara dengan 5 sdm.
- Membiasakan pola makan teratur, porsi sedikit tapi lebih sering dengan pola makan pagi, selingan, makan siang, selingan dan makan malam. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan makan sekali dengan porsi yang besar.
- Hindari konsumsi gorengan dan lemak trans
- Hindari konsumsi minuman ringan dan bersoda
- Tidak merokok dan minum minuman beralkohol

2. Pola aktivitas fisik
- Aktiflah bergerak setiap hari sesuai kemampuan dan kondisi tubuh, contohnya seperti berjalan santai dirumah, latihan peregangan, berdiri melakukan pekerjaan rumah, dan lain-lain.
- Melakukan peningkatan aktivitas fisik yang gerakannya continue (berkelanjutan) dimulai dengan gerakan intensitas rendah sampai sedang sehingga terjadi peningkatan massa otot
- Melakukan latihan fisik minimal 2-3 kali seminggu
Pola hidup aktif merupakan penyeimbang dari asupan energy, dengan demikian energy yang diasup tidak akan berlebih didalam tubuh jika selalu hidup aktif.

3. Pola tidur/istirahat
- Istirahat yang cukup minimal 6-8 jam dengan kualitas tidur yang baik
- Membatasi tidur yang berlebihan

Pola tidur yang tidak baik dapat menyebabkan hormone leptin terganggu yang akan menyebabkan peningkatan rasa lapar melalui meningkatnya hormone ghrelin dan menurunnya hormone leptin yang mengontrol rasa kenyang.

Selain menerapkan hal-hal diatas, tetap bersikap positif dan rutinlah menghitung IMT dan mengukur lingkar pinggang secara teratur.

*) PENULIS Mahasiswa Kedokteran Universitas Malikusaleh, dibawah bimbingan Asran ST, MT.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved