Breaking News:

Kupi Beungoh

Pandemi, Ekonomi Digital, dan Gampong Meukat Dotcom (Bagian II - Habis)

Jiplakan Taobao Village untuk GampongMeukat.com, atau KeudeMeukat.Com sebagai sebuah gerakan besar mengangkat dan memperkuat UMKM daerah

KOLASE SERAMBINEWS.COM
Ahmad Human Hamid, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

SALAH satu pelajaran besar yang dapat diambil dari perkembangan ekonomi digital Cina adalah perhatian ekstra yang diberikan oleh pemerintah Cina terhadap pengembangan UMKM.

Keputusan pemerintah Cina bekerjasama dengan raksasa toko jaringan e-commerce raksasa Cina Alibaba, telah memberikan fakta baru tentang kemakmuran ekononomi pedesaan lewat UMKM.

Yang membuat kerja sama itu unik adalah karena sasaran UMKM yang dituju adalah UMKM di kawasan pedesaan yang kemudian dikenal  dengan konsep Taobao Village.

UMKM desa-desa yang terkait yang dikenal dengan Rural Taobao adalah bagian grup perusahaan e-commerce raksaksa China, Alibaba Grup.

Kampung Taobao adalah sebuah unit administratif pemerintahan terendah.

Terdapat berbagai kegiatan ekonomi yang jumlahnya lebih besar dari 10 persen total rumah tangga kampung yang tersambung secara online dengan taobao.com.

Aplikasi yang menggunakan bahasa Cina ini terhubung ke seluruh penjuru Cina, dan juga kluster Cina perantauan di berbagai tempat di dunia.

Baca juga: Pandemi, Ekonomi Digital, dan Gampong Meukat Dotcom (Bagian I)

Konsep kampung Taobao yang dimulai pada tahun 2013 dengan jumlah 20 kampung Taobao, menjadi 211 pada tahun 2014, dengan jumlah penjual online 70,000, dan mempekerjakan 280,00 orang secara langsung.

Jumlah kampung Taobao terus membengkak pada tahun 2017 menjadi 2118, dan bahkan sudah bertambah dengan 243 kota Taobao - Toabao town, dengan nilai penjualan 18 milyar dolar AS.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved