Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

Belajar dari Telur Asin, Semua Tergantung Selera

Ilmu ini sangat sederhana, tapi jarang ada yang bisa menyampaikan dengan contoh sederhana yang sangat mudah dicerna.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Jafar Insya Reubee, anggota komunitas Aceh di Malaysia. 

Selera Berbeda Dua Sepupu

Tapi bukan soal istilah itu yang ingin kita bahas.

Kembali ke inti cerita, kita akan bahas tentang ilmu bijaklahsana yang teman saya peroleh dari kisah keberadaan telor asin ini, khusus pada acara maulid di tempat saudaranya, di Kajhu, Aceh Besar, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Si kawan, dalam grup WhatsApp dan kemudian saya minta izin kutip, menulis tentang selera berbeda dua sepupunya yang hadir pada acara maulid itu.

“Saya duduk di tengah, abang saya di sebelah kiri, dan abang sepupu saya di sebelah kanan,” kawan itu membuka ceritanya.

Singkat cerita, kawan saya ini melihat sekilas abangnya yang duduk di sebelah kiri, hanya makan telor kuningnya saja dan membiarkan telor putih. 

Tidak ada sesuatu yang aneh, karena memang banyak orang yang suka makan telor kuning dan membiarkan telor putih.

Di Aceh, bagian ini sering disebut dengan istilah "pajoh boh manok mirah", memang lazim banyak yang suka.

"Telor putihnya asin banget, bisa naik darah," begitu kata abangnya ketika ditanya kenapa tidak makan telor putih.

Tapi betapa heran bila dia tengok abang sepupunya di sebelah kanan.

Beliau hanya makan telor putihnya saja, membiarkan telor kuning tanpa sedikit pun menyentuhnya.

Bagi kawan saya, ini sungguh sesuatu yang sangat tidak lazim.

"Kenapa hanya makan putih tok?" kawan saya bertanya kepada abang sepupunya.

Beliau jawab "telor kuningnya tak suka, karena belepotan di mulut" jawabnya enteng.

Baca juga: Cocok untuk Menu Makan Siang, Coba Gurihnya Ayam Pramugari, Kuliner Khas Aceh yang Menggoda Selera

Dari Selera Makan hingga Pilihan Politik

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved