Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

Belajar dari Telur Asin, Semua Tergantung Selera

Ilmu ini sangat sederhana, tapi jarang ada yang bisa menyampaikan dengan contoh sederhana yang sangat mudah dicerna.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Jafar Insya Reubee, anggota komunitas Aceh di Malaysia. 

Begitulah kisahnya, hingga kemudian mereka terlibat dalam diskusi menarik.

Mulai soal selera makan, senang tidak senang, dan menghargai perbedaan pendapat.

Dari diskusi santai itu, kawan saya menarik kesimpulan, inilah selera dunia yang tidak bisa dipaksakan.

Baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain.

Enak menurut kita, belum tentu enak menurut orang lain.

Kemudian, suka tidak suka sangat tergantung dengan manfaatnya untuk kita.

Kesimpulannya, tidak ada satu pun yang bersifat duniawi harus disenangi oleh semua orang.

Bagi yang tinggal di Amerika dengan gaji selangit, jangan anggap bahwa semua orang di Aceh akan senang tinggal di Amerika dengan gaji besar.

Pasti ada selera yang berbeda.

Begitu juga dalam soal pilihan politik, banyak orang tak suka dengan sosok Jokowi dengan bermacam alasan.

Tapi, bagi sebagian orang lain, termasuk sebagian orang Aceh, Jokowi adalah presiden pertama di Indonesia yang menghadirkan jalan tol di Aceh.

Ada yang bilang, jalan tol itu belum sebanding dengan hasil kekayaan alam yang dikeruk dari Aceh.

Tapi ada juga yang berpendapat, sejumlah presiden Indonesia sebelumnya tidak membangun jalan tol di Aceh, juga tidak ada pembangunan nyata di bidang lainnya, apakah itu sebanding dengan hasil alam yang dikeruk di Aceh?

Kemudian ada yang bilang, jalan tol di Aceh itu dibangun dengan utang luar negeri, yang menjadi beban anak cucu kita nanti.

Tetap ada pendapat berbeda yang bertanya, jika jalan tol di Aceh itu tidak dibangun, apakah ada jaminan tidak ada utang luar negeri?

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved