BERITA POPULER
BERITA POPULER - Mahasiswa Aceh 'Hilang' 15 Tahun Hingga Pria Jual Chip Terancam Hukum Cambuk
berita populer dari kanal NANGGROE dalam sepekan terakhir. Mahasiswa Aceh hilang 15 tahun hingga pria jual chip terancam hukuman cambuk
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM, CALANG - RFR (25) pria yang ditangkap polisi karena kedapatan memiliki dan merakit senjata api Laras panjang dikenal sebagai seorang yang berprestasi.
RFR diketahui sudah memiliki bakat yang luar biasa pada bidang permesinan hingga harus berurusan dengan polisi lantaran kepemilikan senjata api.
Senjata api yang dimiliki dirinya itu merupakan hasil rakitan atau buah tangannya dengan menimba ilmu di internet dan tutorial di YouTube.
Mahasiswa D3 Teknik Mesin salah satu kampus terbesar di Aceh Jaya ternyata memiliki banyak karya selain senjata yang baru saja menyebabkan dirinya berurusan dengan polisi.
Baca juga: BERITA POPULER - Bagian Tubuh tak Berfungsi setelah Menikah sampai Melahirkan tanpa Hamil
Zulfiati (41) yang merupakan sang ibu dari RFR mengatakan, jika anaknya tersebut juga sudah pernah menciptakan satu alat terbang dengan kendali remote atau yang dikenal dengan drone tanpa baterai.
Hal itu disampaikan Zulfiati saat menjawab Serambinews.com, Rabu (17/2/2021) terkait penangkapan anaknya tersebut.
Selengkapnya klik disini.
6. Jual 50 B Chip Game Domino, Mahyudin Ditangkap Polisi dan Terancam Hukum Cambuk
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Permainan virtual atau game online Higgs Domino kembali makan korban di Aceh.
Mahyudin alias Din (30) warga Desa Gele Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, harus berurusan dengan hukum, karena kedapatan menjual chip game domino.
Bukan hanya itu, Mahyuddin juga terindikasi sebagai penampung alias agen jual beli permainan online berbasis aplikasi di telepon pintar ini.
Informasi dihimpun Serambinews.com, Mahyudin alias Din (30) ditangkap polisi di sebuah konter Hp di Pengkala desa Kutelintang, Senin (15/2/2021) sekitar pukul 23.00 malam.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah uang tunai hasil penjualan chip game domino tersebut.
Baca juga: Begini Kronologis Polisi Terkait Warga Abdya Putus Kaki Akibat Kena Pisau Babat Rumput
Kapolres Galus AKBP Charlie Syahputra Bustamam, kepada Serambinews.com, Selasa (17/2/2021) mengatakan, pelaku yang ditangkap dari sebuah konter HP itu dikenakan pasal 20 Jo pasal 18 Jo pasal 6 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.
Berita lengkapnya klik pada link ini.
7. Kadinsos Undang Mahasiswa yang Foto bersama Ibunya Saat Wisuda Viral di Medsos, Ini yang Ditawarkan
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Simpati dan empati terus mengalir pada sosok Marlis, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT Hafas) Kota Subulussalam yang resmi menyandang gelar sarjana pendidikan, Sabtu (13/2/2021).
Hal ini terjadi setelah fotonya bersama sang ibu berpakaian seadanya tanpa alas kaki diunggah di media sosial Facebook hingga viral.
Ada banyak rasa simpati dari para warganet terhadap sosok mahasiswa dan sang ibu tua asal Desa Lae Mate, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam ini.
Pasalnya, kehadirannya di tengah wisuda sang putra menggambarkan ekonomi keluarga miskin itu, namun menuai simpati karena melihat semangat luar biasa.
Adalah Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Subulussalam, Syahpudin Ujung, SPdI, MM yang juga turut menaruh simpati bahkan empati terhadap Marlis dan ibunya.
Baca juga: Berulang Telan Korban Jiwa, Pospera Abdya Minta Kepolisian Tertibkan Mesin Babat Rumput
Selain menyampaikan komentar pujian terhadap semangat sang ibu sebagai orangtua Marlis, Syahpudin turut memberi empati.
Baca selengkapnya di link ini.
8. Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Empat Tenaga Kesehatan di Aceh Utara Dilarikan ke RSU Cut Meutia
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Empat petugas kesehatan dari tiga Puskesmas di Aceh Utara pada Senin (15/2/2021) sore dilarikan ke RSU Cut Meutia Aceh Utara setelah divaksin. Karena mereka mengalami pusing-pusing dan mual-mual.
Masing-masing, Melisa Anggraini (34) asal Kecamatan Samudera yang bertugas di Puskesmas Meurah Mulia, Murniati (40) asal Meunasah Alue Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe yang bertugas di Puskesmas Syamtalira Bayu.
Kemudian Widiya Riyani (36) asal Peureumpok Kecamatan Syamtalira Aron yang bertugas di Puskesmas Syamtalira Aron dan Mutmainnah (45) asal Desa Alue Awe Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe yang bertugas di Puskesmas Syamtalira Aron.
Mereka dibawa ke RSU Cut Meutia dalam waktu yang hampir bersamaan setelah mengalami pusing-pusing, mual dan muntah-muntah, setelah divaksin. Kemudian setelah mendapat penanganan awal dari dokter piket di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), RSU Cut Meutia Aceh Utara.
Selanjutnya baca disini.
9. Anak yang Dibunuh Bersama Ibunya di Simpang Jernih Aceh Timur Ternyata juga Dirudapaksa Pelaku
SERAMBINEWS.COM, IDI – Tim gabungan Polres Aceh Timur, telah berhasil menangkap pembunuh ibu bernama Siti Fatimah (56) dan anak bungsunya berinisial N (15).
Ternyata, sebelum meninggal gadis yang masih di bawah umur ini juga ikut dirudapaksa atau diperkosa oleh satu dari dua tersangka kasus ini.
Kedua jenazah korban ditemukan di bawah kolong tempat tidur rumahnya.
Baca juga: Rasakan Keanehan di Rumah, Pasutri Ini Segera Periksa CCTV Pukul 3 Pagi, Ada Sosok ‘Hantu Pengantin’
Ya, di bawah tempat tidur rumah korban di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Senin (15/2/2021) siang sekitar 12.30 WIB.
Saat ini kedua pelaku sudah diamankan ke Mapolres Aceh Timur. Keduanya ditangkap Rabu (17/2/2021) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Selengkapnya klik disini.
10. Selama Pelarian, Mantan Datok Rantaubintang Ternyata jadi Montir di Medan
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – ES (43), mantan Datok Penghulu Kampung Rantaubintang, Bandarpusaka, Aceh Tamiang mengaku hanya bersembunyi di tiga lokasi Sumatera Utara, selama menyandang status DPO Kejari Aceh Tamiang.
Hal ini sengaja disampaikan ES, sebagai bantahan dirinya sempat kabur ke Riau dan Sumatera Barat.
“Saya cuma di Besitang dan Medan, kalau ke Riau itu cuma pergi undangan,” kata ES, Kamis (18/2/2021).
Dijelaskannya, pelarian pertamanya merupakan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Namun dia hanya bertahan tiga bulan di sini, setelah usahanya berjualan nasi goreng kurang mencukupi.
“Kemudian pindah ke Pinangbaris, sewa rumah di sana,” ungkapnya.
Baca selengkapnya di link ini.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)
Baca juga: 48 Ribu Tenaga Kesehatan Aceh Sudah Divaksin Covid-19, Kasus Baru Sembilan Orang