Kesehatan

Waduh, Ternyata Kentut Wanita Lebih Bau dari Pria, Kok Bisa? Ahli Ungkap Penyebabnya

Buang angin alias kentut adalah proses pelepasan gas melalui lubang belakang setelah proses pencernaan di dalam perut terjadi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Mentalfloss.com
Iluitrasi - Penelitian menunjukkan bahwa kentut wanita itu lebih bau daripada pria. 

SERAMBINEWS.COM – Penelitian menunjukkan bahwa kentut wanita itu lebih bau daripada pria.

Buang angin alias kentut adalah proses pelepasan gas melalui lubang belakang setelah proses pencernaan di dalam perut terjadi.

Ini merupakan sesuatu hal yang wajar pada setiap manusia.

Kentut bahkan menjadi tanda bahwa sistem pencernaan seseorang berfungsi baik.

Namun terkadang kentut bisa mengganggu orang lain karena bersuara dan berbau.

Meski beberapa kentut ada juga yang tak bersuara dan berbau.

Baca juga: Tips Cara Mudah Mengatasi Sesak Napas Secara Alami, Simak Langkah-langkah Berikut Ini

Baca juga: Tips Mengatasi Jerawat Secara Alami, Cuci Muka Dua Kali Sehari hingga Hindari Stres

Namun tahukah Anda bahwa kentut wanita itu lebih bau daripada pria?

Menurut Michael Levitt, ahli gastroenterologi, menunjukkan bahwa kentut wanita lebih bau dibading pria.

Hal itu dikarenakan jumlah hidrogen sulfida yang dikeluarkan lebih tinggi.

Hidrogen sulfida adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk.

Melansir dari Social News Daily, sebagian besar aroma dalam kandungan kentut berasal dari gas yang dikeluarkan oleh mikroba di perut.

Sebagai akibatnya, berbagai orang akan menghasilkan bau yang berbeda.

Meski campuran gas dalam usus juga dapat membuat perbedaan dalam bau kentut.

Makanan sehat seperti kacang polong dan brokoli dapat menghasilkan bau kentut yang tajam.

Baca juga: Tips Mudah Menurunkan Berat Badan, Lebih Efektif Dibanding Diet Ketat

Wanita sering melakukan diet yang sehat, itulah alasan utama mengapa kentut mereka lebih bau daripada pria.

Disisi lain, ada lima fakta penyebab kentut bau berikut ini.

1. Konsumsi makanan tinggi serat

Banyak makanan berserat tinggi dapat membuat Anda mengeluarkan lebih banyak gas.

Makanan ini diketahui membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah dalam sistem pencernaan sehingga berfermentasi di dalam perut.

Beberapa sayuran berserat tinggi yang dapat memicu kentut berbau, antara lain:

Brokoli, Bok choy, Asparagus, Kubis

Kentut Anda mungkin juga akan berbau seperti telur busuk karena sulfur yang terkandung di dalam makanan kaya serat.

Baca juga: 8 Tips Menjalani Puasa Bagi yang Punya Sakit Magh, Hindari Makan Ini Saat Berbuka Maupun Sahur

Belerang merupakan senyawa alami yang berbau tidak sedap.

Jika bahan makanan ini menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman karena mengeluarkan kentut berbau, Anda perlu mengubah pola makan untuk mengobatinya.

2. Intoleransi makanan

Jika Anda memiliki kepekaan atau reaksi terhadap makanan tertentu, gas dalam perut bisa berbau busuk.

Misalnya, orang dengan intoleransi laktosa tidak dapat memecah karbohidrat laktosa.

Baca juga: Dua Pria Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu, Sembunyikan 1,15 Kilogram Sabu di Sepatu

Akibatnya, terjadi difermentasi oleh bakteri di usus Anda.

Intoleransi gluten atau dalam bentuk yang lebih parah sebagai penyakit celiac juga dapat menyebabkan bau kentut.

Penyakit celiac adalah penyakit autoimun di mana ada respon imun terhadap protein gluten.

Celiac ini dapat menyebabkan peradangan dan cedera di usus (malabsorpsi).

Akibat masalah itu, perut bisa menjadi kembung.

Baca juga: Kelopak Mata Kamu Turun? Ini 4 Tips Sederhana Bisa Jadi Solusinya

Selain perut kembung, penyakit celiac dapat menyebabkan gejala lain:

Kelelahan, Kembung, Diare, Penurunan berat badan.

Untuk memastikan kondisi ini, Anda perlu berbicara dengan dokter.

Anda bisa mengakses tes untuk mengetahui apakah Anda memiliki kepekaan makanan yang mungkin membuat kentut berbau atau tidak?

Baca juga: Tangisan Pemuda Ditinggal Selamanya Calon Istri Usai Alami Kecelakaan Sampai Terseret 50 Meter

3. Konsumsi obat

Meski jarang, konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perut kembung dan kentut berbau.

Konsumsi antibiotik baik untuk membunuh patogen berbahaya di dalam tubuh.

Namun, antibiotik ini juga dapat menghancurkan beberapa bakteri baik yang membantu pencernaan di perut Anda.

Tanpa bakteri baik ini, gas dalam perut Anda mungkin akan menjadi berbau tidak sedap.

Baca juga: 5 Tips Terbaik untuk Kulit Sehat dan Bercahaya, Nomor 2 Sering Diabaikan

Anda juga bisa mengalami kembung dan sembelit.

Penanganan untuk masalah ini, yakni mengganti obat-obatan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan obat yang tepat.

4. Sembelit

Sembelit menunjukkan bahwa Anda memiliki penumpukan kotoran atau kotoran, di usus besar.

Jika Anda tidak bisa buang air besar secara teratur, hal itu dapat menyebabkan bakteri dan bau berkembang.

Hasil akhirnya tidak lain adalah gas kotor dan terkadang menimbulkan rasa sakit.

Baca juga: Hanya Berbahan Dasar Tomat, Ini 10 Masker Wajah untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit yang Luar Biasa

Mengonsumsi obat sembelit yang dijual bebas di apotek bisa menjadi solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini.

5. Penumpukan bakteri

Ketika tubuh Anda menyerap makanan, ia mengambil nutrisi dan mengirimkannya ke aliran darah.

Limbahnya kemudian dikirim ke usus besar.

Gangguan proses pencernaan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Beberapa bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi di usus dan saluran pencernaan.

Baca juga: Demi Konten, Remaja Ini Rela Nyelam dan Berkumur Pakai Air Septic Tank, Dibilang Minum Jus Jeruk

Ini dapat menyebabkan volume gas yang lebih tinggi dari biasanya dan menimbulkan bau yang kuat.

Orang dengan infeksi saluran pencernaan juga sering mengalami sakit perut dan diare.

Anda bisa mengunjungi dokter untuk menentukan apakah Anda memiliki infeksi bakteri.

Kemungkinan Anda akan diberikan antibiotik untuk membersihkan infeksi dan menyembuhkan sakit perut.

Pentingnya kentut

Dilansir dari How Stuff Works, ketika gas keluar sebelum mencapai usus besar, ia akan keluar melalui mulut atau sering disebut dengan sendawa.

Karena bersendawa tidak mengumpulkan banyak gas yang menyengat, maka tidak berbau.

Sebaliknya, kentut mengumpulkan semua gas dan meninggalkan tubuh melalui lubang belakang.

Gas yang keluar ini biasanya berbau tidak sedap.

Baca juga: Awas! 11 Makanan Bikin Perut Kembung, Hindari Kalau Tak Ingin Sering-sering Kentut

Anda dapat mengurangi frekuensi kentut berbau dengan menghindari makanan tertentu.

Terlepas dari efek kentut yang tidak menyenangkan tersebut, ada sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan.

Apabila hidrogen sulfida, salah satu gas yang berkontribusi terhadap kentut ini dikeluarkan, sel-sel dalam tubuh bisa terhindarkan dari masalah kesehatan serius termasuk kanker, demensia, dan kardiovaskular.

Gas hidrogen sulfide yang keluar bersamaan dengan kentut ternyata memiliki peran penting dalam melancarkan peredaran darah di dalam tubuh.

Baca juga: VIDEO - Viral, Seorang Guru Dimarahi Perangkat Desa karena Posting Jalan Rusak

Hal ini karena sifat zat hidrogen sulfida yang dapat membantu melonggarkan jaringan pembuluh darah dan juga meningkatkan kelenturan dari pembuluh darah vena dan arteri. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Pakai Aplikasi MyHeritage, Pengguna TikTok Ini ‘Bangunkan’ Firaun, Begini Wujud & Tatapan Matanya

Baca juga: Demi Konten, Remaja Ini Rela Nyelam dan Berkumur Pakai Air Septic Tank, Dibilang Minum Jus Jeruk

Baca juga: 7 Fakta Pembunuhan Berantai di Bogor, Siswi SMA dan Janda Muda Dihabisi, Pelaku Pilih Wanita Muda

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved