Breaking News:

Bangsamoro

Bangsamoro Godok RUU Pemakaian Kalender Hijriah dan Masehi, Digunakan Pada Seluruh Surat Resmi

RUU ini mengamanatkan penggunaan ganda kalender Hijriah dan Masehi di semua kementerian, lembaga, unit pemerintah daerah, dan kantor

Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/BENYAMEN CABUNTALAN
Warga Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao, Minggu (21/3/2021), mengikuti konvoi perdamaian untuk mendukung kampanye perpanjangan masa transisi pemerintahan di wilayah tersebut hingga 2025. 

SERAMBINEWS.COM – Otoritas Transisi Bangsamor atau Bangsamoro Transition Authority (BTA), saat ini sedang menggodok sebuah Rancangan Undang-undang pemakaian kalender Hijriah dan Masehi di Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM).

Kantor Informasi Bangsamoro pada akhir Maret 2021 lalu memberitakan, RUU ini mengamanatkan penggunaan ganda kalender Hijriah dan Masehi di semua kementerian, lembaga, unit pemerintah daerah, dan kantor di Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM).

“RUU Parlemen Bangsamoro Transition Authority (BTA) No. 87 atau ‘The Dual Calendar Act of 2021’ bertujuan untuk mewujudkan tindakan inklusif dalam semua urusan atau transaksi publik, dan mengembangkan keakraban masyarakat Bangsamoro tentang Kalender Hijriah dan Masehi,” demikian pernyataan Kantor Informasi Bangsamoro.

Ini juga bertujuan untuk mengakui semua hari libur Muslim sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden (Filipina) No. 1083 yang juga dikenal sebagai Hukum Pribadi Muslim Filipina (Muslim Personal Laws of the Philippines),” lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Referendum Bangsamoro Dimulai, dari Pengadilan Syariah Hingga Penonaktifan 40.000 Kombatan BIAFF

Baca juga: Bawa Senapan dan Peluncur Granat, 10 Pria Bersenjata Menyerah Kepada Polisi Bangsamoro

RUU penggunaan kalender ganda ini disusun berdasarkan salah satu poin dari hasil kesepakatan damai yang ditandangani pihak pejuang Moro (MILF) dengan Pemerintah Nasional Filipina.

Poin dimaksud tercantum dalam Buku I, Bab 4, Bagian 16 Ayat 2 dari Kode Administrasi yang menyatakan bahwa "kalender Gregorian akan digunakan di Bangsamoro bersama dengan kalender Hijriah, dalam hal dokumen yang memerlukan tanggal resmi, tanggal kalender Gregorian akan ditampilkan dengan tanggal hijriah pasangannya, sejauh mungkin.”

Wakil Ketua BTA Atty. Omar Yasser Sema, yang merupakan penggagas RUU tersebut, mengatakan pentingnya penggunaan Kalender Hijriah untuk mengingat peristiwa penting dan berkesan yang terjadi pada masa Nabi Muhammad (SAW).

“Tujuan akhir dari RUU ini adalah untuk dapat mengenali dan menanamkan pengetahuan tentang salah satu peristiwa terpenting dalam Islam, yaitu perjalanan Rasulullah dari Mekah ke Madinah pada bulan Rabiul Awwal di Tahun ke-13 kerasulasan Muhammad SAW,” kata Sema.

“Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk tidak menggunakan Kalender Hijriah dalam wilayah yurisdiksi Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao, karena mayoritas konstituennya adalah Muslim,” tambahnya.

RUU itu juga disusun bersama oleh 49 anggota BTA lainnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved