Breaking News:

Kupi Beungoh

Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Flash Gordon, Gampong Pande, Tanoh Abee, dan Makam Raja Pase (IV)

Ketika mungkin lebih dari 90 persen orang Aceh belum bisa membaca, Pirous kecil sudah membaca  berbagai serial komik dan novel yang dibeli ayahnya.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Kolase foto lukisan kaligrafi karya Abdul Djalil Pirous, seniman Indonesia asal Meulaboh Aceh Barat. Lukisan-lukisan ini disimpan di Serambi Pirous, studio galery, di Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung, 40198, Indonesia. 

Pengembaraan Pirous kecil tidak hanya berhenti pada penglihatan visual gambar dan cerita.

Ayahnya yang mempunyai uang yang berlebih dan pandangannya tentang masa depan dengan pendikan tentu tahu arti bacaan untuk anaknya.

Ia membeli buku novel anak-anak seusia anaknya, dan Pirous mengakui ia sangat menggemari seri Petualangan Winnetau-anak Indian yang dikarang oleh Karl May.

Ini adalah novel yang luar biasa yang enak dibaca sampai hari.

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Menyaksikan Seniman Bertasbih dan Berzikir (I)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Menemukan Kembali Aceh di Amerika Serikat (II)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Kasab Meulaboh, Ibunda, dan Ikon Etnis (III)

Dari Komik ke Novel, hingga Kaligrafi

Jika pada Flash Gordon dunia imajinasi Pirous didapatkan dengan bantuan visual gambar komik yang berbicara, pada Winnatou ia mulai memperoleh bacaan sastera untuk melihat kehidupan.

Dan bacaan itu tentu saja telah memberikannya sebuah modal dasar dan bahkan lebih besar ilmu pengetahuan.

Ayahnya telah memberi sebuah bekal hidup luar biasa kepada Pirous, “imaginasi”, kata yang diakui oleh “raksasa” ilmu fisika dan filosof Albert Einstein, sebagai instrumen untuk melihat realitas objektif dan subjektif melebihi kemampuan ilmu pengetahuan.

Dua model bacaan yang diberikan oleh Ayahnya, komik dan novel, sesungguhnya menyamai, paling kurang tidak kurang dari yang diberikan oleh ibunya dalam karir Pirous di kemudian hari.

Dari Flash Gordon, Prious mendapat batu pijakan awal untuk sebuah imajinasi visual, sedangkan dari Winnatau dua imajinasi sekaligus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved